23 January 2019

Perusahaan Alat Telekomunikasi, Samsung Electronics Co Ltd Bersiap Hadapi Penurunan Laba

KONFRONTASI -   Samsung Electronics Co Ltd diperkirakan membukukan penurunan laba operasional pertama dalam dua tahun terakhir pada kuartal IV/2018, seiring melambatnya pertumbuhan ekonomi di China yang mengikis permintaan produk-produknya.

Dilansir Reuters, kinerja mengecewakan dari salah satu produsen semikonduktor dan smartphone terbesar dunia ini akan menambah kekhawatiran bagi investor, yang sebelumnya telah gelisah setelah Apple Inc memangkas perkiraan laba menyusul perlambatan permintaan iPhone di China.

Samsung akan mempublikasikan laporan keuangan kuartal IV pendahuluan pada 8 Januari dan diperkirakan mencatat penurunan laba operasional 12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi 13,3 triliun won (Rp166 triliun) untuk periode tersebut, menurut data I/B/E/S Refinitiv.

“Permintaan yang menurun di China akan semakin menurunkan penjualan chipbuatan Samsung di sana. Dan pasar ponsel pintar China secara keseluruhan macet dan menurun, yang akan mempengaruhi tidak hanya Apple namun juga Samsung," ungkap Song Myung-sup, analis senior di HI Investment & Securities, seperti dikutip Reuters.

Pendapatan diperkirakan turun 5%, tertekan oleh oleh pengiriman chip memori yang lebih rendah. Samsung pada Oktober telah memangkas belanja modal tahun 2018, menyerukan diakhirinya dua tahun peningkatap pasar chip memori karena pasar smartphone global melambat.

Tekanan ini terus menggoncang industri pada kuartal keempat, dengan penjualan keseluruhan di pasar ponsel pintar China turun 8% pada kuartal sebelumnya, menurut Counterpoint Research.

China Adalah Kunci

Bisnis smartphone Samsung di seluruh dunia belum terselamatkan, dengan laba di unit tersebut diperkirakan telah merosot 20% pada kuartal keempat, menurut data Refinitiv.

“Persoalannya, iPhone sudah kehilangan penjualan di China. Untuk Samsung juga, berapa lama perlambatan permintaan di pasar ponsel China ini akan berlanjut adalah kuncinya,” kata Park Jung-hoon, fund manager di HDC Asset Management.

Samsung memiliki kurang dari 1% pangsa pasar ponsel pintar China, masih lebih rendah dibandingkan Apple yang mencapai 9%. Tetapi, pasar chip memori dan prosesornya, yang menyumbang lebih dari 75% pendapatan dan sekitar 38% dari penjualan, menjadi inti dari smartphone lain termasuk dari perusahaan terbesar China, Huawei.

Di tengah lesunya permintaan smartphone, laba operasional keseluruhan di bisnis chip Samsung diperkirakan turun 3,7 dari tahun lalu menjadi 10,5 triliun won (Rp13,4 triliun).

Sementara itu, pengiriman chip memori turun rata-rata 10% pada kuartal keempat, menurut pialang Eugene Investment & Securities.(Jft/Bisnis)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...