22 August 2019

Pertamina Kalimantan Bentuk Satgas Jaga Stok BBM

Konfrontasi - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VI Kalimantan membentuk satuan tugas atau tim khusus yang bertugas menjaga pasokan bahan bakar minyak dan elpiji selama perayaan Natal 2015 dan Tahun Baru 2016.

"Pertama, kami bentuk Satuan Tugas Natal dan Tahun Baru yang kerjanya khusus memantau ketersediaan stok, baik BBM maupun elpiji di masyarakat," kata Humas Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VI Andar Titi Lestari saat ditemui di Balikpapan, Rabu (23/12).

Menurut ia, Satuan Tugas dibentuk sejak 21 Desember lalu dan bekerja hingga 8 Januari 2016. Wilayah kerja Pertamina MOR VI adalah seluruh wilayah Kalimantan yang berada di bawah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selain mobil-mobil truk tangki, kapal-kapal tanker kecil hingga perahu menjadi armada MOR VI untuk mendistribusikan BBM dan elpiji ke masyarakat sampai jauh ke pedalaman.

Lestari menjelaskan satgas ini berwewenang mengerahkan, misalnya, truk tangki BBM untuk segera memasok ke daerah yang memerlukan, dan juga memastikan Perusahaan Listrik Negara (PLN) mendapat cukup BBM untuk bahan bakar mesin-mesin diesel pembangkitnya.

"Tugas utamanya juga berkoordinasi dengan semua pihak, seperti pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, aparat keamanan, dan BPH Migas," papar Lestari.

BPH Migas atau Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas adalah lembaga yang mengatur ketersediaan BBM dan gas secara nasional.

Untuk menjamin stok itu, lanjutnya, Pertamina juga memastikan terminal BBM dan SPBU beroperasi 24 jam, khususnya di jalur-jalur wisata atau pusat perayaan Natal dan Tahun Baru.

Sementara itu, Pertamina menyebutkan bahwa stok BBM jenis premium cukup untuk 17 hari, solar dijamin cukup sekurangnya untuk 23 hari, dan avtur atau BBM pesawat terbang untuk 32 hari.

"Secara nasional, ketahanan stok BBM ada di rata-rata 20 hari. Stok BBM juga dipastikan ada hingga jauh ke daerah-daerah pedalaman, seperti di Long Pahangai dan Long Apari di Kabupaten Mahakam Ulu (berjarak sekitar 400 km arah timur laut Balikpapan," ujar Lestari.

Selanjutnya, Lestari juga menambahkan bahwa khusus di Kalimantan, konsumsi BBM berupa premium dan solar tidak akan mengalami kenaikan yang signifikan.

Diperkirakan selama waktu antara 21 Desember 2015 hingga 8 Januari 2016, penggunaan harian rata-rata akan tetap di angka 5.960 kiloliter (KL). Begitu juga solar, prediksinya tidak akan mengalami kenaikan dari rata-rata harian normal sebesar 2.323 KL per hari.

"Kenaikan baru ada di pemakaian avtur, karena pada musim liburan ini banyak penerbangan tambahan ke bandara-bandara di Kalimantan, dan begitu pula sebaliknya," jelas Lestari.

Sejak pertengahan Desember lalu, konsumsi avtur naik hingga 10 persen dan sampai pekan kedua Januari 2016, pemakaiannya konsumsi avtur diperkirakan mencapai 667 KL dari semula 600 KL per hari.

Konsumsi gas elpiji juga diperkirakan naik hingga 12 persen, dengan pasokan saat ini sudah mencapai 1.205 Metrik Ton per hari. (rol/ar)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...