21 February 2019

Pergerakan Kurs Rupiah Melemah 40 Poin

KONFRONTASI  -   Berikut laporan Live kurs rupiah terhadap dolar AS yang diperbarui perkembangannya mulai pembukaan sampai penutupan perdagangan pasar spot hari ini Senin 11 Februari 2019.

Langkah rupiah diperkirakan cukup berat pada pekan ini, seiring munculnya sentimen negatif dari dalam dan luar negeri.

Dari dalam negeri, Analis Asia Trade Point Futures (ATPF) Deddy Yusuf Siregar mengatakan, melebarnya defisit transaksi berjalan (current acount defisit/CAD) sebesar 3,57% dari produk domestik bruto pada kuartal IV 2018 dikhawatirkan menjadi sentimen negatif bagi rupiah. Sebab pada pekan depan belum terlihat ada data-data ekonomi domestik yang signifikan menetralisir sentimen tersebut.

“Pekan ini saya kira tak akan banyak bantu rupiah. Melebarnya CAD bisa menjadi masalah bagi rupiah,” katanya saat dihubungi Bisnis, Jumat (8/2/2019).

Sementara itu pengaruh dari luar negeri, pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam menyikapi perkembangan situasi global. Terlebih baru-baru ini Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keengganannya bertemu dengan Presiden China Xi Jinping dalam waktu dekat.

Hal itu merupakan sinyalemen perseteruan dagang antar kedua negara itu belum reda.  “Kita lihat juga masih adanya kekhawatiran dari melambatnya ekonomi di zona Eropa,” katanya.

Belum lama ini, Komisi Eropa memangkas proyeksi pertumbuhan zona Euro 2019 sebesar 1,3% dari perkiraan sebelumnya 1,9%. Selain itu, Bank of England juga memotong pertumbuhan ekonomi Inggris 2019 menjadi 1,2% dari sebelumnya 1,7%, imbas dari ketidakpastian Brexit.

Walhasil mengacu pada faktor itu semua, mendorong pelaku pasar kembali memilih instrumen safe haven seperti US Dollar, Yen dan Emas. “[Tentu] imbas negatif bagi nilai tukar rupiah,” katanya.

Deddy menambahkan, setidaknya ada asa bagi rupiah untuk tetap berstamina. Salah satunya kebijakan Bank Indonesia dan Pemerintah dalam menjaga beberapa kebijakan dan instrumen investasi. Sebab hal tersebutlah yang membuat rupiah bertahan di bawah Rp14.000 per dolar AS.

Menurutnya, arus investasi masuk  menjadi katalis positif bagi nilai tukar rupiah. Melemahnya harga minyak juga memberikan dampak positif bagi mata uang RI ini.

“Saya lihat sih secara fundamental cukup baik. Artinya pergerakan rupiah tidak akan selemah pada akhir 2018 [menyentuh Rp15.000 per dolar AS]. Secara teknikal dan fundamental rupiah masih ada potensi di level Rp13.800 hingga Rp18.600,” katanya.

Bagaimana pergerakan rupiah hari ini. Ikuti laporannya di Bisnis.com.

09:09 WIB
Pukul 08.46 WIB: Rupiah Melemah 40 Poin
Nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 0,29% atau 40 poin ke level Rp13.995 per dolar AS.

Sementara itu, pergerakan mata uang lain di Asia cenderung variatif, dengan penguatan dipimpin oleh baht Thailand yang naik 0,24%, sedangkan yuan China melemah paling dalam sebesar 0,35%.

08:16 WIB
Pukul 08.09 WIB: Rupiah Dibuka Melemah 0,24%
Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah 0,23% atau 33 poin ke level Rp13.988 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama lainnya terpantau menguat 0,01% atau 0,013 poin ke level 96,650 pada pukul 07.58 WIB.(jft/Bisnis)

 

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...