16 November 2019

Pergerakan IHSG Berpotensi Lanjutkan Koreksi, Cermati 6 Saham Ini

KONFRONTASI -   Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat ini diprediksi melanjutkan pelemahan. Kamis kemarin, IHSG ditutup jatuh 1,14% atau setara 71,40 poin ke level 6.198,80.

Potensi lanjutan koreksi, kata analis dari Reliance Sekuritas, Nafan Aji, berdasarkan indikator MACD yang masih berada di area negatif. Sementara itu, Stochastic dan RSI bergerak meninggalkan area oversold atau area jenuh jual.

"Di sisi lain, terlihat pola downward bar yang mengindikasikan adanya potensi bearish continuation pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area support," ujar Nafan di Jakarta, Jumat (10/5/2019).Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain:

1. AUTO
Pergerakan harga saham telah menguji garis EMA 200 sehingga peluang terjadinya rebound terbuka lebar. "Akumulasi beli" pada area level Rp1.490-Rp1.510, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.530, Rp1.550, Rp1.645, Rp1.735 dan Rp1.830. Support: Rp1.460.

2. BBRI
Terlihat pola inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi beli" pada area level Rp4.100-Rp4.130, dengan target harga secara bertahap di level Rp4.180 dan Rp4.250. Support: Rp4.100 dan Rp4.060.

3. BSDE
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi beli" pada area level Rp1.240-Rp1.270, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.290, Rp1.385, Rp1.485 dan Rp1.580. Support: Rp1.240 dan Rp1.190.

4. INDF
Garis tengah dari bollinger dan terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi beli" pada area level Rp6.550-Rp6.650, dengan target harga secara bertahap di level Rp6.775, Rp7.400 dan Rp8.050. Support: Rp6.500 dan Rp6.275.5. SCMA
Pergerakan harga saham telah menguji garis-garis EMA 120 dan EMA 200 sehingga peluang terjadinya rebound terbuka lebar. "Akumulasi beli" pada area level Rp1.665-Rp1.685, dengan target harga secara bertahap di Rp1.700, Rp1.910, Rp2.120 dan Rp2.330. Support: Rp1.650 dan Rp1.590.

6. TINS
Pergerakan harga saham telah menguji garis EMA 200 sehingga peluang terjadinya rebound terbuka lebar. "Akumulasi beli" pada area level Rp1.180-Rp1.220, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.390, Rp1.485, Rp1.560 dan Rp1.875. Support: Rp1.100.(Jft/Sind0)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...