21 September 2019

Pengembang Gulung Tikar Jika Rupiah Tembus Rp 15.000/USD

KONFRONTASI-Jika nilai tukar rupiah terhadap dsolar AS tembus Rp 15.000/USD, banyak pengembang dipastikan bakal gulung tikar. Hanya pengembang dengan konstruksi finansial kokohlah yang mampu bertahan dari badai eksternal ini.

Direktur Penjualan PT Nusantara Prospekindo Sukses, Supriantoro, mengutarakan prediksinya terkait konstelasi aktual bisnis dan industri properti di Indonesia kepada Kompas.com, usai peresmian pamer unit Oasis Cikarang di Cikarang, Minggu (27/9).

"Banyak yang bakal gulung tikar jika dollar AS menembus Rp 15.000. Banyak yang berhenti produksi, menunda penjualan, atau bahkan diskon harga besar-besaran. Namun, akan lebih parah kalau sampai kejadian Rp 18.000. Semoga itu tak terjadi," tutur Supriantoro.

Dia melanjutkan, batas nilai tukar dollar AS yang bisa ditoleransi oleh para pengembang dan pelaku bisnsi dan industri properti lainnya adalah Rp 13.000. Dengan nilai sebesar itu saja, sudah banyak pengembang di daerah yang ngos-ngosan, kepayahan membayar para kontraktor dan meraup penjualan.

Bagaimana pula jika rupiah terus terjengkang? "Saya bukan ekonom, tapi sekarang saja sudah banyak pengembang yang mengubah strategi bisnis. Misalnya dengan kerjasama bareng investor asing. Menyasar pasar korporat, dan juga subsidi silang," imbuh Supriantoro.

Subsidi silang juga, yang menurut Supriantoro, merupakan langkah paling logis dilakoni PT Nusantara Prospekindo Sukses yang notabene merupakan anak usaha PT Cowell Development Tbk. Dengan bisnis beragam, di antaranya pertambangan, rumah sakit, dan hospitalitas, Cowell tidak merasa khawatir akan kesulitan pendanaan untuk membangun proyek-proyek propertinya.

Demikian halnya dalam memenuhi komitmen kepada para konsumennya. "Kami memegang komitmen untuk terus membangun produk yang telah dipasarkan dan terserap konsumen. Itu janji sekaligus komitmen kami," ucap Supriantoro.

Saat ini, PT Nusantara Prospekindo Sukses tengah memasarkan menara kedua dari Oasis Cikarang, yakni Acacia sebanyak 702 unit. Produk ini baru dirilis bulan lalu dengan patokan harga Rp 13,5 juta per meter persegi. Bersamaan dengan itu, PT Nusantara Prospekindo juga akan melansir Pinewood Residences berupa rumah tapak dalam klaster khusus dengan jumlah terbatas yakni 81 unit. (me/kontan/kcm)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...