21 November 2017

Pemerintah Harus Siapkan Payung Hukum untuk Keberpihakan Pengusaha Lokal

KONFRONTASI -  Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kota berharap pemerintah membuat payung hukum yang dapat memberikan kesempatan pelaku usaha swasta berbasis lokal untuk berkarya. Utamanya untuk proyek yang didanai pemerintah. Sebab selama ini, mayoritas proyek didominasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan turunannya yang berbasis di kantor pusat.

"Harus diterbitkan payung hukum yang mendukung pengusaha lokal untuk ikut berkontribusi. Toh, ada pajak yang disetor ke pemerintah pusat, jadi sudah semestinya pemerintah membuka kesempatan dan memberikan benefit kepada pengusaha lokal," tegas Ketua H Yaser Arafat dijumpai di sekretariat Kadin, Jumat (10/11).

Ya, pemberdayaan pengusaha lokal menjadi tuntutan utama Rakornas Kadin 2017 yang digelar di Jakarta beberapa waktu lalu dan dihadiri Presiden RI Joko Widodo. Karena dominasi BUMN dirasa kurang menguntungkan bagi daerah dan tidak memberi pengaruh langsung terhadap perekonomian. Potensi pajak misalnya, sejatinya masuk ke kantong daerah namun beralih ke daerah asal sesuai tanda daftar perusahaan nasional yang mengerjakan proyek.

"Sehingga pemerintah pusat terkesan hanya mengeruk potensi daerah tanpa memberikan timbal balik positif," sambung Yaser.

Padahal, perusahaan raksasa nasional dapat memberdayakan jasa pengusaha lokal sesuai kebutuhan dan spesifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan proyek. Apalagi, pengusaha lokal dinilai memiliki kompetensi.

"Dengan ikut berkontribusi, pemda juga akan menerima manfaat besar berupa masuknya pajak daerah dan retribusi daerah yang tak sedikit. Bukan ke daerah lain yang tidak berkaitan dengan lokasi proyeknya," ungkap Yaser.

Di sisi lain, ayah tiga putra ini juga berharap pemerintah daerah proaktif memperjuangkan hak pengusaha lokal dalam koordinasi tingkat nasional. Itu karena upaya pemda dianggap kurang optimal dalam memperjuangkan hak pengusaha lokal. (Jft/Balikpapanpost)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...