29 February 2020

Pelemahan Rupiah Terus Terjadi. Jokowi-JK Mau Apa Lagi?

KONFRONTASI- Nilai tukar rupiah enggan beranjak meninggalkan level Rp 14.000 per dollar AS dan bergerak ke level yang lebih kuat. Sebaliknya, nilai tukar rupiah justru semakin melemah di hadapan mata uang Negeri Paman Sam. Di pasar spot, Rabu (26/8), rupiah melemah 0,56% ke level Rp 14.133 per dollar AS. Sementara kurs tengah Bank Indonesia (BI) juga menunjukkan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS melemah 0,2% ke level Rp 14.102.

Reny Eka Putri, Analis Pasar Uang Bank Mandiri mengatakan, sejak China melakukan devaluasi terhadap mata uang yuan, nilai tukar rupiah terus mengalami pelemahan. Pasalnya, devaluasi yuan memicu perang mata uang, terutama bagi negara di kawasan Asia. Kebijakan People's Bank of China (PBOC) yang memangkas tingkat suku bunga juga tak banyak membantu penguatan rupiah.

Padahal, pemangkasan suku bunga PBOC diharapkan dapat membantu perbaikan ekonomi China. Sementara Indonesia sebagai mitra dagang China akan terkena dampak positif jika perekonomian Negeri Panda itu membaik. "Sepertinya dollar AS masih kuat karena dipilih sebagai safe haven currency," ujar Reni. Dalam jangka pendek, Reni memperkirakan pelemahan rupiah masih akan berlanjut. Pasalnya, dollar AS masih cukup solid menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) September mendatang.

Di sisi lain, belum ada sentimen dalam negeri di bawah Jokowi-JK  yang dapat mengangkat rupiah. "Permintaan USD justru semakin bertambah," imbuhnya. Mau apa lagi?(Konfron/Kontan)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...