12 November 2019

Pelemahan Rupiah Lebih Buruk Jika Dibandingkan dengan Nilai Tukar Sekawasan

KONFRONTASI  -  Akhir-akhir ini nilai tukar rupiah terus tertekan. Gejolaknya pun relatif mengkhawatirkan, meski pemerintah telah mengeluarkan delapan paket kebijakan ekonom pada Maret lalu dan diikuti langkah stabilitasi dari Bank Indonesia (BI).

Langkah stabilisasi itu dengan intervensi di pasar valuta asing (valas) dan surat utang negara (SUN) serta merelaksasi berbagai aturan terkait transaksi valas dan lindung nilai (hedging).

Hal-hal itu ternyata belum mampu menghela rupiah ke level yang diharapkan, yaitu Rp12.500/US$. Sebaliknya, rupiah justru ”betah” berada di atas level Rp13.200/US$.

Jika dihitung sejak Januari-Mei 2015 rupiah telah terdepresiasi sekitar 6%. Posisi ini lebih ”buruk” daripada periode yang sama tahun lalu sekitar 5,37%. Bukan itu saja, jika dibandingkan dengan nilai tukar sekawasan, performa rupiah relatif cukup buruk.

Di satu sisi, nilai tukar yang melemah tidak selalu berdampak negatif. Malah nilai tukar yang melemah bisa jadi momentum untuk meningkatkan nilai ekspor.

Masalahnya di tengah masih lambatnya pertumbuhan global, khususnya negara mitra dagang utama Indonesia, seperti Tiongkok, dan ditambah masih ”melempemnya” harga komoditas membuat pelemahan rupiah tidak signifikan mendongkrak ekspor.

Ini dapat dilihat dari nilai ekspor Indonesia periode Januari-April 2015 yang hanya mencapai US$52,14 miliar. Nilai ini melorot sekitar 11,04% daripada periode yang sama tahun lalu.

Nilai ekspor nonmigas juga melorot sekitar 6,43% menjadi US$44,98 miliar sehingga pasokan valas yang masuk juga terbatas. Meski kinerja impor juga melambat, masih tingginya ketergantungan industri pada impor untuk aktivitas produksi dan investasi membuat pasokan valas yang keluar juga relatif tinggi.

Itulah sebabnya beban industri meningkat ketika terjadi pelemahan nilai tukar sehingga tidak mengherankan jika beberapa industri melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk mengurangi beban biaya. (Juft/Solo)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...