12 December 2019

Pecah Keruwetan Tol Trans Jawa Saat Mudik, Kemenhub Bagi Rute Bus Jadi 4 Klaster

Konfrontasi - Rute-rute bus yang akan beroperasi pada masa mudik dan angkutan Lebaran 2019, yang melalui Tol Trans Jawa bakal dibagi menjadi empat klaster. Pembagian rute ke dalam klaster-klaster ini dimaksudkan untuk memperlancar perjalanan dan mengurangi keruwetan di sepanjang Jalan Tol Trans Jawa.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi memprediksi, total penumpang bus pada musim mudik 2019 mencapai 4,56 juta orang. Angka ini naik 1,98 persen dari tahun lalu. Pada 2018, penumpang bus berkisar 4,51 juta.

Pembagian rute bus Klaster I adalah untuk jurusan Jakarta Cikampek-Palimanan. Adapun Klaster  II ditujukan untuk rute Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, dan Batang Semarang.

Selanjutnya Klaster III adalah untuk bus Semarang-Solo, Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, Kertosono-Mojokerto, dan Mojokerto-Surabaya. Terakhir, untuk Klaster IV meliputi bus dengan rute Porong-Gempol, Gempol-Pandaan, Gempol-Pasuruan, Pasuruan-Probolinggo. 

Dalam pemaparannya melalui dokumen yang disiarkan Humas Kementerian Perhubungan, jumlah angkutan bus yag melingkupi AKAP, bus pariwisata, dan AKDP berjumlah 5.317 unit. Jumlah tersebut naik 1,42 persen daripada tahun lalu yang hanya 49.613 unit.

Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan mengatakan ritase atau waktu keseluruhan yang ditempuh bus-bus pada masa mudik Lebaran meningkat dua kali lipat. Bila dulu laju bus rute Jakarta-Jawa Timur pergi-pulang membutuhkan waktu 48 jam, kini durasi tempuh bisa ditekan separuhnya.

“Sekarang bus bisa pergi-pulang dengan waktu 24 jam,” ujar Adnan dikutip dari Tempo pada Minggu, 19 Mei 2019.

Menurut Adnan, meningkatnya ritase bus turut berpengaruh bagi melonjaknya load factor atau tingkat keterisian penumpang. Saat ini, ia mencatat, rata-rata keterisian penumpang untuk bus rute Jabodetabek hingga Jawa Timur mencapai 60 persen. Padahal, Adnan mengimbuhkan, sebelum Tol Trans Jawa beroperasi, tingkat keterisian penumpang hanya berkisar 30 hingga 40 persen.

Angka ritase yang membaik dan load factor yang melonjak ini diikuti dengan meningkatnya jumlah penumpang angkutan via darat. Adnan mengklaim, peningkatan penumpang bus pada masa mudik nanti mencapai 30 persen ketimbang hari-hari biasa. (tmp/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...