24 August 2019

Pasokan Melimpah, Harga Beras di Jawa Barat Stabil

Konfrontasi - Petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (gapoktan) Saluyu, Sinar Jaya dan Subur Makmur) di Kabupaten Bandung tengah bergembira.

Pasalnya, pada musim paceklik tahun ini, mereka tetap panen. Bahkan, produksi padi juga melimpah seperti halnya di beberapa Kabupten di sentra padi lainnya di provinsi Jawa Barat. Sehingga dinilai mampu menyediakan beras guna memenuhi konsumsi masyarakat. Pasokan beras saat ini cukup dan sekaligus mampu menjaga harga beras stabil.

Hal ini seperti dilaporkan Tisna Umaran, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, selaku anggota Tim Upaya Khusus Swasembada Padi Jagung dan Kedelai (Upsus Pajale), saat persiapan panen padi di kecamatan Mekongga. 

Di atas lahan 15 ha dengan varietas pada IR24, gapoktan Saluyu dengan produktivitas 8 ton/ha, sementara gapoktan Subur Makmur panen di atas lahan 5 ha dengan varietas Ciherang dan produktitas 6,8 ton/ha dan kelompok tani Sinar Jaya yang menggunakan varietas padi Sudar diatas lahan 25 ha dapat panen dengan produktiftas 7 ton/ha.

Banun Harpini, selaku Ketua Tim Penanggung Jawab Upsus Pajale di provinsi Jawa Barat menjelaskan, terjaminnya produksi padi Kabupaten Bandung ini disebabkan karena Pemerintah Pusat dan Daerah benar-benar untuk terus menjamin bahkan meningkatkan produksi padi. Misalnya, untuk mengantisipasi dampak paceklik, pemerintah telah menyalurkan bantuan cukup banyak ke petani, seperti pompa air, traktor dan benih berkualias, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, embung dan lainnya.

Perlu diketahui, berdasarkan data Kementan, luas tanam padi secara nasional pada Juli - September 2017 mencapai 1,0 - 1,1 juta  hektar perbulan. Ini berarti naik dua kali lipat dari tahun sebelum ada program Upsus hanya 500 ribu hektar perbulan.

Total panen padi di bulan Desember 2017 ini seluas 1,1 juta hektar dengan hasil mencapai 6 juta ton GKG atau 3 juta ton beras. Produksi ini mampu memenuhi kebutuhan konsumsi beras nasional  2,6 juta ton dan berarti surplus 0,4 juta ton.

Peningkatan luas tanam musim kering Juli -September naik dua kali lipat merupakan solusi permanen dari dampak Program Upsus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah menyelesaikan rehabilitasi jaringan irigasi tersier 3,4 juta hektar atau 113%, pembangunan 2.278 unit embung/dam parit/ long storage, perluasan dan optimasi lahan 1,08 juta hektar, pengembangan lahan rawa 367 ribu hektar, mekanisasi dengan bantuan alsintan traktor, pompa, rice transplanter, combine harvester 284.436 unit naik 2.175 persen dari tahun 2014. Kemudian, bantuan benih 12,1 juta hektar, pupuk bersubsidi 27,64 juta ton serta asuransi usahatani padi 1,2 juta hektar. (jp/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...