26 August 2019

Paket Kebijakan Ekonomi Kelima Bantu Penguatan IHSG

Konfrontasi - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) di sepanjang pekan ini atau periode 19-23 Oktober 2015 berada dalam tren positif di tengah pengumuman Paket Kebijakan Ekonomi Jilid V oleh pemerintah.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat, di Jakarta, Minggu (25/10/2015), optimistis perekonomian domestik, termasuk industri pasar modal akan mengalami kinerja positif pasca segala langkah perbaikan ekonomi sampai diterbitkannya paket kebijakan ekonomi jilid V oleh pemerintah.

"Paket kebijakan ekonomi jilid V salah satunya berisi tentang pemotongan tarif Pajak Penghasilan (PPH) bagi perusahaan, badan usaha, maupun individu yang akan melakukan revaluasi aset," katanya.

Menurut dia, kebijakan itu akan berdampak positif terutama terhadap penambahan nilai aset sehingga bisa lebih leluasa meraih sumber pendanaan.

"Nilai buku (keuangan perusahaan) juga naik kalau emiten revaluasi. Sebagian perusahaan yang mau IPO (Initial Public Offering) rata-rata sudah revaluasi supaya nilainya bisa naik," ujarnya.

Ia menambahkan dengan revaluasi, nilai kapitalisasi pasar (market cap) juga seharusnya naik sehingga akan mempengaruhi harga saham lebih baik

Sementara itu, Kepala Divisi Komunikasi BEI, Irmawati Amran menambahkan bahwa paket kebijakan jilid V yang juga membahas tentang pembebasan pajak berganda bagi instrumen investasi Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Real Estate (KIK-DIRE).

"Sampai dengan saat ini, baru satu KIK-DIRE yang telah diterbitkan dan dicatatkan di BEI, yakni oleh PT Ciptadana Asset Management, yakni DIRE Ciptadana Properti Ritel Indonesia (XCID) yang dicatatkan pada 1 Agustus 2013 silam," katanya.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D. Hadad mengharapkan bahwa dengan dihapuskannya pajak berganda maka diharapkan banyak perusahaan yang memiliki aset properti di Indonesia yang menerbitkan KIK-DIRE dan dicatatkan di BEI.

"Jumlah aset portofolio di Indonesia yang diperdagangkan di luar negeri dalam bentuk KIK-DIRE cukup besar. Hitungan kasar saya jumlah aset Indonesia yang sekarang dijual di sana lebih dari Rp30 triliun, katanya.

Sementara itu, terkait kinerja IHSG selama periode 19-23 Oktober 2015, tercatat IHSG mengalami penguatan 2,90 persen dibandingkan penutupan pekan sebelumnya yang berada di level 4.521,882 poin.

Pada periode itu, investor asing mencatatkan beli bersih di pasar saham dalam lima hari terakhir dengan nilai Rp1,13 triliun, walaupun secara tahunan, aliran dana investor asing di pasar saham masih tercatat net sell Rp10,01 triliun. (ant/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...