22 August 2019

Pabrik Baru PT OKI Dongkrak Ekspor Kertas Rp20 Triliun

Konfrontasi - Pabrik baru PT OKI Pulp and Paper Mills yang sedang dibangun di Sumatera Selatan, potensial menghasilkan ekspor pulp dan kertas senilai Rp20 triliun per tahun dengan nilai investasi 40 triliun.

Direktur OKI Pulp & Paper Suhendra Wiriadinata menjelaskan, pabrik dan infrastruktur seluas 1.700 hektare ini memiliki kapasitas produksi sebesar 2 juta ton pulp dan 500 ribu ton kertas tissue per tahun.

"Kedua produk tersebut, mayoritas akan diekspor dengan porsi pulp 80 persen dan kertas 95 persen," kata Suhendra melalui siaran pers diterima di Jakarta, Selasa (1/3).

Menurut Suhendra, salah satu unit usaha Asia Pulp and Paper Sinar Mas ini berhitung, keberadaan pabrik ini diperkirakan dapat mendongkrak ekspor Sumatera Selatan sekira 45 persen dan pertumbuhan ekonomi daerah 6,2 persen.

Pabrik ini juga diharapkan menyerap tenaga kerja sebanyak 3.500 karyawan langsung dan 15 ribu karyawan tidak langsung yang sebagian besar berasal dari Sumsel.

Kebutuhan bahan baku akasia pabrik ini akan dipasok dari lahan hutan tanaman industri (HTI) seluas 472 ribu hektare (ha) yang berada di Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin.

Managing Director Sinar Mas G Sulistiyanto berharap, pabrik itu dapat beroperasi pada kuartal 3 Tahun 2016.

"Kami juga ingin hadirnya PT OKI dapat mendongkrak posisi industri baik pulp maupun kertas tidak hanya Indonesia tapi di mata dunia," ujarnya.

Guna mendukung investasi besar oleh Grup Sinarmas tersebut, pemerintah memberikan fasilitas berupa kemudahan impor barang modal dan pemberian penghapusan pajak badan dalam waktu tertentu (tax holiday).

Soal fasilitas fiskal ini, setelah melakukan kajian, Menteri Perindustrian Saleh Husin meneruskan permohonan tax holiday PT OKI kepada Menteri Keuangan pada November 2013.

Akhirnya, berdasarkan hasil rapat komite verifikasi, perusahaan ditetapkan mendapatkan fasilitas Tax Holiday selama 8 tahun melalui KMK No. 803/KMK.010/2015.

Saat ini, Grup Sinarmas sudah memiliki empat pabrik bubur kertas dan kertas, yakni PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk, PT Tjiwi Kimia Tbk, PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills, dan PT Lontar Papyrus Pulp and Paper. Total kapasitas keempat pabrik tersebut mencapai 10,5 juta ton bubur kertas dan kertas. (rol/ar)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...