10 December 2018

OJK Harus profesional, guna Memperkuat Pembiayaan kepada Masyarakat dan Dunia Usaha

KONFRONTASI-  Peran OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yang proaktif  dalam mendorong pertumbuhan ekonomi perlu dikembangkan dengan profesionalisme. Bagaimana dulu OJK, ketika dipimpin Muliaman Haddad  pada awal berdirinya, mampu membawa keluar ekonomi dari krisis karena melakukan pelonggaran kebijakan. Tentu kebijakan yang rasional dan profesional.

Demikian pandangan peneliti hukum dan ekonomi Teuku Syahrul Ansari (Alon) dalam diskusi di Jakarta, Rabu ini (4/12)..
''Artinya OJk harus menjamin keseimbangan antara pertumbuhan dengan kestabilan,'' ujar Ansari yang juga seorang advokat. Ansari bersama LSM Sabang Merauke Institute meluncurkan OJK Watch Indonesia (OJKWI), di Jakarta, Rabu (5/12/2018). OJKWI diluncurkan untuk mengawasi kekuasaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Peluncuran dipimpin oleh Direktur Eksekutif Sabang Merauke Institute, Syahganda Nainggolan.

“Kami memikirkan untuk membantu OJK dalam menjalankan keberadaannya di sektor jasa keuangan, dengan membangun OJK Watch Indonesia” ujar Ansari maupun Syahganda di tempat peluncuran, di Hotel Grand Hyatt, Jakarta.

''Bukannya menjadi kurang prudent, melainkan bagaimana tetap prudent namun inovatif dan kreatif menciptakan saluran pembiayaan kepada masyarakat,'' imbuh Ansari (Alon).

Oleh karena, katanya, dengan cara demikian dapat  meningkatkan literasi keuangan dan membuka akses pembiayaan kepada  pengusahan UMKM.''Dan  itu  menjadi penting,'' ujar Alon..

OJK perlu Independensi dan kurangi intervensi politik, katanya.

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...