14 December 2019

Nilai Ekspor Sultra Mengalami Penurunan

Konfrontasi -  Nilai ekspor Sulawesi Tenggara pada bulan Maret 2015 tercatat 15,96 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau mengalami penurunan sekitar 60,67 persen dibanding ekspor Januari yang tercatat 49,26 juta dolar AS.

"Total ekspor Sultra tahun 2015 mencapai 9,61 ribu ton atau senilai 126,48 juta dolar AS," kata Kepala Badan Pusat Statistik Sultra, Adi Nugroho, di Kendari, Senin (18/5).

Ia mengatakan, sama halnya dengan volume ekspor pada bulan yang sama tercatat 5,38 ribu ton atau mengalami penurunan sebesar 60,93 persen dibanding ekspor di bulan Fabruari 2015 yang sebesar 13,77 ribu ton.

Adi mengatakan, Sultra dengan segala potensi sumber daya alam yang dimiliki mempunyai peluang dalam perdagangan luar negeri yang tercermin dalam statistik ekspor.

Data statistik ekspor yang diperoleh dari dokumen pemberitahuan ekspor barang (PEB) dari Bea dan Cukai menyebutkan bahwa komoditi yang selama ini masih menjadi andalan Sultra adalah besi dan baja serta beragam hasil laut.

"Negara tujuan ekspor hasil komoditi andalan kita selama ini terbesar Amerika Serikat, Hongkong, India, Jepang, Siangapura, Taiwan, Thailand dan Tiongkok," ujarnya.

Disebutkan, volume terbesar dengan tujuan negara Tiongkok tercatat 4,45 ribu ton atau 82,59 persen dengan nilai 3,13 juta dolar AS.

Kemudian negara India tercatat 1,95 juta dolar AS atau 12,23 persen dengan volume 0,62 ribu ton, dan sisanya dengan tujuan Amerika Serikat, Hongkong, Jepang, Siangapura, Taiwan dan Thailand.

Ekspor Sulawesi Tenggara Maret 2015 terbesar melalui Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya) tercatat 3,50 ribu ton atau 65,02 persen dengan nilai 10,18 juta dolar AS, kemudian melalui Pelabuhan Pomalaa tercatat volume 1,76 ribu ton atau 32,75 persen dengan nilai 5,50 juta dolar AS dan sisanya melalui Pelabuhan Bau-Bau, Pelabuhan Tanjung Priok (Jakarta), Bandara Hasanuddin (Makassar), Bandara Juanda Bandara Ngurah Rai (Bali) dan Bandara Soekarno Hatta (Jakarta). (rol/ar)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...