11 December 2019

Nasib Proyek KRL Solo-Yogyakarta Terbengkalai

Konfrontasi - Mimpi masyarakat Solo dan Yogyakarta untuk memiliki kereta rel listrik (KRL) pengganti kereta rel diesel (KRD) Prameks relasi kedua kota itu, belum akan terwujud dalam waktu dekat.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai pelaksana masih belum menunggu kepastian dari pemerintah pusat terkait pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan.

Executive Vice President (EVP) PT KAI VI Yogyakarta, Hendy Helmy menegaskan, pihaknya masih menunggu rencana pembangunan jaringan listrik yang akan dilakukan pemerintah pusat. Meski pernah dijanjikan Dirjen Kereta Api akan dimulai tahun ini, namun Hendy mengaku belum ada perkembangan.

"KAI tinggal nunggu nih, kapan pemerintah pusat memasang jaringan listriknya. Kalau cepat dipasang ya kita langsung bangun, kita beli kereta apinya. Kita pakai punya Jakarta dulu bisa, nanti Jakarta datangkan lagi yang baru," kata Hendy di Solo, Jumat (7/7/2017).

Hendy kembali menegaskan, KA Prameks sudah mendesak untuk diremajakan lantaran sudah sering rusak. Namun investasi untuk pengadaan kereta yang baru tidak bisa dilakukan seiring akan dibangunnya sistem elektrifikasi di jalur rel Solo-Yogyakarta.

Saat ini PT KA Daops 6 Yogyakarta memiliki empat rangkaian KA Prameks. Tiga di antaranya beroperasi secara reguler sedangkan satu rangkaian lainnya sebagai cadangan.

Selain peremajaan KA Prameks, PT KA Daops 6 Yogyakarta juga berencana meluncurkan kereta api baru yang melayani penumpang dari Yogyakarta menuju Semarang melalui Solo. Kereta tersebut juga bisa melayani penumpang dari Yogyakarta menuju Solo yang selama ini hanya mengandalkan KA Prameks. Dia memastikan rangkaian baru itu akan dioperasikan pada tahun ini. (mrdk/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...