18 June 2019

Menteri Jonan Perkirakan Subsidi Energi Tahun Ini Membengkak Hingga Rp150 Triliun

KONFRONTASI-Realisasi subsidi energi tahun ini diperkirakan meningkat menjadi Rp 149 triliun.

Angka tersebut naik 60 persen dari pagu dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2018 untuk subsidi energi senilai Rp 94,6 triliun.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengungkapkan, subsidi kerosene (minyak tanah) naik 50 persen dari Rp 2,2 triliun menjadi Rp 3,6 triliun.

’’Solar naik banyak atau 300 persen. Dari Rp 7,1 triliun menjadi Rp 29 triliun,’’ ujar Jonan di Kementerian ESDM, Selasa (17/9).

Total subsidi bahan bakar minyak (BBM) melonjak dari Rp 9,3 triliun menjadi Rp 32,6 triliun.

Sementara itu, realisasi liquefied petroleum gas (LPG) mengalami kenaikan signifikan 70 persen. Yakni, menjadi Rp 56 triliun dari pagu APBN 2018 Rp 37 triliun.

Realisasi subsidi listrik juga naik cukup tinggi, yaitu 40 persen dari pagu anggaran dalam APBN 2018 Rp 47 triliun menjadi Rp 60 triliun.

’’Total Rp 149 triliun sampai Rp 150 triliun subsidi. Naik sekitar 60 persen,’’ kata Jonan.

Kenaikan subsidi tersebut dipicu melonjaknya harga minyak dunia dan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah.

Asumsi Indonesian crude price (ICP) dalam APBN 2018 adalah USD 48 per barel dan nilai kurs di angka Rp 13.400 per USD.

Asumsi ICP dan kurs dalam proyeksi realisasi subsidi sebesar USD 70 per barel dan Rp 13.973 per USD.

’’Jika harga minyak naik, subsidi juga harus naik. Kalau tidak, harga eceran solar naik. Namun, bagi hasil minyak diterima lebih tinggi sehingga penerimaan naik,’’ jelas Jonan.[mr/jpnn]

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...