21 October 2019

Menko Kemaritiman Sebut Perang Dagang Bawa Untung ke Indonesia

Konfrontasi - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menilai ada keuntungan dari perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dengan China. Hal itu terlihat dari banyaknya perusahaan China yang memindahkan investasinya ke Indonesia.

"Trade war itu buat kita sebenarnya menguntungkan karena dari situ ada relokasi investasi ke Indonesia," kata Luhut di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Jumat, 30 November 2018.

Ia mencontohkan Taipei yang merelokasi petrochemical di Gresik dengan nilai USD6,49 miliar. "Kita berharap itu segera di groundbreaking," tambah dia.

Kemudian investor China dan Prancis yang sudah berinvestasi membangun pabrik baterai lithium di Halmaheta Utara, proyek senilai USD10 miliar ini sudah groundbreaking.

Selain itu proyek pembangunan pabrik baterai lithium di Morowali dengan nilai proyek USD4,3 miliar. Proyek ini akan groundbreaking pada 11 Januari 2019.

Perang dagang Amerika Serikat dan China memang menjadi perhatian dalam beberapa bulan terakhir. Dampak perang dagang disebut ikut menyeret rantai pasok dunia dan merugikan banyak negara di Asia.

Para ahli mengatakan perang dagang berpotensi menurunkan permintaan domestik China terhadap barang-barang dari negara Asia lainnya. Kepala Ekonom Asia di Oxford Economics Louis Kuijs mengatakan, konsumsi China menjadi hal penting untuk negara di sekitarnya.

"Untuk sebagian besar ekonomi Asia, ekspor untuk memenuhi permintaan domestik China telah meningkat jauh lebih cepat daripada ekspor tidak langsung melalui rantai pasokan, dengan yang sebelumnya sekarang melebihi yang terakhir," kata Kuijs dalam laporannya seperti dilansir dari CNBC, belum lama ini.

Kuijs mengatakan konsumsi domestik China memainkan peran kunci. Dia bilang China memegang peranan atau jumlah yang sangat signifikan dalam kegiatan ekspor di Asia. Sehingga apabila terdapat dampaknya pada China, maka negara-negara Asia lainnya juga akan terkena imbasnya.

"Bagaimanapun, mengingat signifikansi dampaknya terhadap sebagian besar atau seluruh ekonomi Asia, perang perdagangan AS-China kemungkinan akan tetap negatif untuk kawasan itu selama dua tahun mendatang," kata Kuijs. (mtv/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...