18 November 2019

Menilik Latar Belakang Calon Menkeu Pengganti Sri Mulyani

Konfrontasi - Menteri Keuangan menjadi jabatan yang ditunggu pelaku pasar di pemerintahan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin. Oleh karenanya, harus diisi oleh kandidat yang tepat.

Ekonom dari Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal Hastiadi ada dua calon kuat yang yang tepat untuk mengisi kursi itu, yakni Chatib Basri dan Mirza Adityaswara. Pasalnya, kedua orang tersebut memiliki pengalaman yang mumpuni dan telah dikenal oleh pasar.

"Saya rasa pasar akan sangat nyaman menerima dua figur ini di Kemenkeu dan Sri Mulyani di Kemenko Perekonomian," ujarnya dilansir iNews.id, Sabtu (19/10/2019).

Chatib Basri yang pernah menjadi Menkeu selama setahun di pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono sudah cukup membuktikan kemampuannya untuk menjadi Bendahara Keuangan negara selanjutnya. Selain itu, Chatib juga pernah menjadi anggota Advisory Team to the Indonesian National Team on International Trade Negotiation dan menjabat Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

"Background beliau juga sangat mendukung sebagai trade economist dan pergaulan internasional juga cukup luas sehingga pemahaman dari sisi fiskal dan sektoral juga akan mendukung," ucapnya.

Sementara Mirza Aditya Swara yang sejak tahun 1989 telah berkecimpung di dunia perbankan hingga menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) pada 2013, tentu akan sangat paham dengan kondisi ekonomi saat ini. Pengalaman tersebut juga membuatnya tahu persis kondisi pasar.

"Mengerti sekali situasi pasar, ini akan sangat bermanfaat untuk situasi ke depan yang semakin tidak menentu yang dipicu oleh kondisi global," kata dia.

Dia melanjutkan, selama di BI pun Mirza memerhatikan perkembangan current account deficit (CAD) sebagai salah satu indikator perekonomian Indonesia yang perlu diperbaiki. Oleh karenanya, dia tentu memiliki strategi yang pas untuk menghadapi itu.

"Saya rasa beliau cukup komit untuk kemudian kerjasama dengan kementerian sektoral dalam hal ini untuk kemudian membuat koordinasi yang lebih efektif dengan Kemendag dan Kemenperin untuk menangani CAD," ujarnya.

Selain itu, pengalamannya di Bank Sentral Indonesia juga akan bermanfaat untuk memecahkan masalah di sektor moneter jika dia menjadi Menkeu.

"Dari sisi utang luar negeri beliau juga sudah sangat berpengalaman karena beliau di bank sentral yang selalu melihat indikator tersebut dan juga menjadi concern bank sentral," tutur dia. (inws/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...