17 November 2019

Mengapa Rupiah Bisa Tembus di Bawah Level 14.000 per Dolar AS, Prediksi Praktisi Keuangan

KONFRONTASI -  Nilai tukar rupiah mampu memperpanjang penguatannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu (23/10/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat 6 poin atau 0,04 persen di level Rp14.035 per dolar AS pada pukul 08.03 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.
 

Pada perdagangan Selasa (22/10) rupiah ditutup di level Rp14.041 per dolar AS dengan apresiasi sebesar 40 poin atau 0,28 persen, penguatan hari perdagangan keempat berturut-turut.

Analis PT Asia Trade Point Futures Deddy Yusuf Siregar mengatakan bahwa pergerakan rupiah pada perdagangan kali ini masih dipengaruhi oleh penantian pasar terhadap susunan kabinet menteri Presiden Joko Widodo untuk periode kedua.
 

“Apalagi, Sri Mulyani yang dipastikan kembali menduduki posisi yang sama menjadi Menteri Keuangan menjadi faktor yang cukup signifikan bagi penguatan rupiah. Beberapa muka baru pun berhasil direspons positif oleh pasar,” ujar Deddy kepada Bisnis.

Menurut Deddy, rupiah berpotensi untuk menembus ke bawah level Rp14.000 per dolar AS dan menguji level support Rp13.960 per dolar AS, level yang terakhir kali disentuh rupiah sejak awal September.

Di sisi lain, Kepala Riset Asia di ANZ, Khoon Goh, berpendapat penguatan rupiah ditopang arus masuk ke dalam obligasi berimbal hasil tinggi Indonesia yang telah didukung oleh prospek penurunan suku bunga The Fed bulan ini.

“Pembelian tersebut telah mengangkat nilai tukar rupiah,” ujar Khoon Goh, seperti dikutip dari Bloomberg.

“Dari sisi domestik, Presiden Jokowi mengundang partai oposisi utama untuk bergabung dalam kabinet juga cenderung disambut (pasar),” tambahnya. Nilai tukar rupiah diperkirakan dapat menguat lebih lanjut dalam waktu dekat dengan level kunci Rp14.000 per dolar AS.

Kendati demikian, Analis Central Capital Futures Wahyu Tribowo Laksono mengatakan bahwa meskipun euforia penantian pengumuman menteri cenderung akan membawa rupiah bergerak positif, sesungguhnya untuk jangka panjang rupiah sangat rentan pelemahan terhadap dolar AS.

Kepastian Sri Mulyani melanjutkan perannya menjadi Menteri Keuangan hanya akan menjadi sentimen sesaat bagi rupiah untuk rebound dan tidak bisa diartikan pasar menjadi optimistis untuk 5 tahun ke depan.

Seiring dengan pergerakan rupiah, indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama terpantau turun tipis 0,010 poin atau 0,01 persen ke level 97,516 pada pukul 07.54 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar AS dibuka di posisi 97,502, setelah pada perdagangan Selasa (22/10) ditutup naik 0,198 poin atau 0,20 persen di posisi 97,526.(Jft/BisnisIndonesia)

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...