21 April 2018

Mendag Nyatakan Pemerintah Sulit Hindari Impor Pangan Tahun Depan

Konfrontasi - Menteri Perdagangan, Thomas Lembong menyatakan, pemerintah sulit menghindari impor pangan pada tahun 2016. Alasannya, impor dilakukan untuk menjaga ketersediaan dan meredam kenaikan harga di pasar dalam negeri.

"Neraca perdagangan tahun 2015 kita surplus cukup besar sehingga masih ada ruang untuk impor pangan. Kita harus menjaga keseimbangan supaya neraca jangan terlalu amblas, di sisi lain jangan sampai harga pangan melonjak," kata Mendag di sela-sela persiapan Perayaan Natal Nasional di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Ahad (27/12/2015).

Thomas mengatakan, dengan surplus perdagangan pada tahun 2015 sebesar 7-9 millar dolar AS, masih ada peluang untuk membuka keran impor pangan.

"Presiden dan Wakil Presiden sudah menyatakan beberapa kali bahwa swasembada pangan itu tujuan jangka menengah. Kita perlu waktu untuk 'menyerang' masalah dari akar atau fundamentalnya seperti pembangunan waduk, jalur irigasi dan memperbaiki logistik," kata Thomas.

Thomas mengatakan, bahan pangan yang akan diimpor pada tahun 2016 antara lain adalah beras, daging sapi berupa sapi bakalan dan gula mentah. Sapi bakalan diperkirakan diimpor sebanyak 700-800 ribu ekor, dan gula mentah di atas tiga juta ton.

"Ini angkanya masih belum final. Sementara untuk beras, saya yakin akan ada kebutuhan impor lagi di luar impor 1,5 juta ton yang disepakati pada September 2015," kata Tom. (rol/mg)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...