19 July 2019

Masyarakat Kota Ambon Keluhkan Tingginya Harga Bawang Merah

Konfrontasi - Masyarakat Kota Ambon Maluku mengeluh akibat terus meningginya harga bawang merah yang kini sudah mencapai Rp36.000/kg atau naik dari sebelumnya Rp30.000.

Harga bawang putih juga naik dari Rp18.000 menjadi Rp24.000/kg.

"Harga bawang merah sudah naik sejak tiga hari yang lalu, Jadi kalau mau beli silahkan, patokan harga ini berlaku untuk semua pedagang di Pasar Mardika maupun Pasar Nusaniwe," kata Hamid, pedagang bawang di Pasar Mardika, Ambon, Selasa (31/3).

Ia mengakui ada dua patokan harga. Bawang merah ukuran besar yang sudah dibersihkan Rp37.000/kg, sedangkan yang kecil Rp36.000.

Hamid mengatakan persediaan bawang cukup banyak di pasar sebab arus transportasi terutama kapal Pelni cukup lancar dari Pulau Jawa.

"Hanya saja tidak mempengaruhi harga sebab patokan harga ini sudah sejak dua hari lalu," ujarnya.

Sebagian masyarakat Kota Ambon sudah terbiasa dengan situasi ini, lanjutnya, apalagi minggu ini banyak masyarakat Kota Ambon yang beragama nasrani melaksanakan perayaan Paskah tanggal 5 April, dan pada 29 Maret juga ada peneguhan sidi gereja bagi ribuan anak muda kristiani di Maluku.

Rosdiana, ibu rumah tangga yang bermukim di kawasan Karang Panjang, yang ditemui seusai membeli dua kilo gram bawang merah, mengatakan harga bawang sudah mulai naik lagi, dan sudah pasti dipengaruhi pelaksanaan peneguhan anggota sidi gereja yang baru dan menjelang perayaan hari raya Paskah pada hari Minggu nanti.

"Kenaikan harga sekarang ini sudah terbiasa terjadi setiap tahun, apalagi menjelang perayaan idul fitri, natal dan tahun baru," ujarnya.

Inang, seorang agen pemasok bawang dari Surabaya, mengatakan harga bawang merah memang sudah naik sejak beberapa hari yang lalu.

"Saya jual bawang merah kepada para pedagang dengan harga Rp28.000/kg dengan harapan mereka jual dengan harga Rp32.000/kg, dan bawang putih Rp18.000/kg di pasar Rp20.000/kg," katanya.

"Kenyataan di pasar harga bawang merah Rp36.000/kg, itu berarti para pedagang hanya mempergunakan kesempatan hari besar agama guna mencari sedikit keuntungan," tambahnya.(rol/ar)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...