17 September 2019

Luhut Bantah Ramalan Bank Dunia Soal Ekonomi RI

KONFRONTASI - Merespons proyeksi Bank Dunia terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mereka perkirakan hanya mampu terangkat 4,9 persen hingga 2022 nanti, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Panjaitan mengatakan memang ada beberapa skenario yang dibuat oleh Bank Dunia terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, dirinya menegaskan Indonesia masih lebih baik dibanding negara emerging market lainnya. Sebagai informasi, Emerging Market Economy/EME didefinisikan sebagai negara dengan ekonomi rendah menuju ke level menengah.

"Indonesia tetap lebih baik dari yang lain. Langkah-langkah yang sudah dibuat oleh pemerintah itu dilakukan dengan baik, tidak ada alasan jatuh di bawah 5 persen," kata Luhut di kantornya, Jakarta, Senin (9/9).

Langkah yang sudah dibuat tersebut antara lain, memangkas perizinan yang dianggap berlebihan agar investasi bisa kian deras masuk.

Pemerintahan Presiden Joko Widodo telah menggelar rapat terbatas untuk memeriksa proses perizinan investasi yang rumit di sejumlah kementerian. Salah satu yang diperiksa, terkait rekomendasi impor gula.

"Misal rekomendasi-rekomendasi untuk apa. Rekomendasi impor gula ngapain. Kalau butuh ya diimpor," pungkasnya.

Sebelumnya, dalam paparan yang beredar ke publik, Bank Dunia meramalkan pertumbuhan ekonomi Indonesia  akan suram setidaknya hingga 2022 mendatang. Pada 2020, ekonomi Indonesia diprediksi hanya mampu terangkat 4,9 persen atau di bawah target Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020, 5,3 persen.

Bahkan, laju perekonomian ditaksir bakal tertekan ke level 4,6 persen pada 2022 mendatang. Prospek tersebut terjadi akibat perang dagang antara Amerika Serikat (AS)-China dan memanasnya tensi geopolitik di sejumlah kawasan.

Kedua masalah tersebut akan menekan pertumbuhan ekonomi global dan juga Indonesia. "Perlambatan ekonomi global menyebabkan harga komoditas lebih rendah yang akan menekan pertumbuhan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia lebih jauh lagi," ujar Bank Dunia dalam materi presentasinya, dikutip Jumat (6/9).[ian/cnn]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...
Senin, 16 Sep 2019 - 20:09
Senin, 16 Sep 2019 - 20:05
Senin, 16 Sep 2019 - 19:59
Senin, 16 Sep 2019 - 19:57
Senin, 16 Sep 2019 - 19:53
Senin, 16 Sep 2019 - 19:46
Senin, 16 Sep 2019 - 19:44
Senin, 16 Sep 2019 - 19:41
Senin, 16 Sep 2019 - 19:39
Senin, 16 Sep 2019 - 19:37
Senin, 16 Sep 2019 - 19:35
Senin, 16 Sep 2019 - 19:32