15 November 2019

LRT Disubsidi, Menhub: Jauh Dekat Rp12.000

Konfrontasi - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan harga tiket Light Rail Transit (LRT) Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodebek) sebesar Rp12.000. Rencananya, LRT ini dioperasionalkan secara komersial pada 2021.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, perkiraan harga tersebut sudah dipotong subsidi dari pemerintah. Pasalnya, tanpa subsidi harga tiket LRT Jabodebek bisa mencapai Rp25.000 per orang.

"Rp12.000. Sudah (disubsidi) karena harga komersialnya Rp25.000. Bisa ada perubahan, sementara ya itu dulu," ujarnya di Stasiun Harjamukti, Cibubur, Minggu (13/10/2019).

Dia melanjutkan, besaran tarif tiket tersebut berlaku untuk semua jurusan baik jauh maupun dekat. Penumpang cukup membayar Rp12.000 untuk sekali perjalanan dari Stasiun Harjamukti di Cibubur hingga Stasiun Dukuh Atas di Jakarta Pusat tapi penumpang tetap membayar jumlah yang sama meski jarak tempuh hanya satu stasiun.

Dia tidak menutup kemungkinan akan memberlakukan tarif promo untuk LRT Jabodebek ini. Pasalnya, promo bisa menambah antusiasme masyarakat untuk mencoba moda transportasi anyar ini. Seperti diketahui, LRT Jabodebek merupakan yang pertama di Pulau Jawa.

"Ya mungkin (akan ada promo). Ini bisa mengurangi kemacetan dan polusi ujung-ujungnya," kata dia.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menambahkan, biaya pembangunan LRT Jabodebek ini akan lebih murah. Pasalnya, menggunakan bahan baku produksi hingga 60 persen dari produk lokal.

"Pak Budi juga tadi menginformasikan bahwa dari sini sampai ke Bogor nanti cost-nya akan 50 persen lebih murah, karena akan banyak diupayakan di darat," ucapnya.

LRT Jabodebek ini akan dioperasikan sebanyak 31 kereta meski sekarang baru ada enam kereta atau satu trainset (rangkaian). Kapasitas penumpang untuk satu kereta LRT Jabodebek sebanyak 250 orang, dengan demikian satu rangkaian kereta bisa mengangkut hingga 1.500 orang sekali perjalanan.

"Headway tiga menit karena moving block. Jadi dia otomatis sensornya. Jadi perkecil kemungkinan insiden," tutur Luhut. (inws/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...