21 November 2017

Listrik Padam saat Hendak Sholat Maghrib, Warga Medan Keluhkan Pelayanan PLN yang Makin Parah

KONFRONTASI - Pemadaman listrik masih terjadi di Kota Medan. Apalagi, pemadaman terjadi di saat umat muslim akan melaksanakan ibadah sholat Maghrib. "Kenapa pelayanan PLN ini tidak pernah beres. Selalu terjadi pemadaman hingga berjam-jam, jika di telepon ke pihak PLN, alasannya selalu masalah gangguan, masalah travo meledak dan sebagainya. Apa dengan tarif kita membayar cukup mahal dan selalu naik setiap bulannya ini, tidak cukup untuk membeli mesin yang baru," ujar Syaifullah, salah satu warga Jalan Setia Budi, Medan seperti dilaporkan Medanbagus.com, Minggu malam (17/1).

Hal senada juga dikatakan warga Jalan Sei Serayu bernama Darmayanti. Dia menyesalkan pelayanan PLN kepada masyarakat yang tidak pernah memuaskan.

"Saat ini sudah ada sistem razia dari PLN dari rumah ke rumah, yakni memeriksa arus listrik masyarakat yang mencuri arus. Jika kedapatan bisa terkena denda hingga ratusan juta rupiah. Kemarin teman saya sudah kena razia ini. Saya pikir cara ini bagus, agar tidak ada lagi yang mencuri arus," bebernya.

Apalagi, lanjutnya, arus listrik rumah tangga sudah beralih ke model terbaru, yakni sistem prabayar atau biasa disebut juga dengan listrik voucher (KWH meter token) yang kabarnya arus listriknya tidak bisa dicuri lagi. Jika terkena denda maka meteran lama diganti ke model KWH meter token ini dengan alasan PLN sudah tidak ada lagi stok meteran lama.

"Tapi kenapa pelayanan PLN masih parah juga ya," ujarnya.

Diketahui, wilayah Sumatera Utara dan Aceh mendadak gelap gulita karena adanya pemadaman listrik, terjadi lantaran kerusakan pada mesin Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sicanang, Belawan. Pemadaman di sejumlah tempat dilakukan sejak pukul 18.00 Wib, dan masih berlangsung hingga pukul 21.00 Wib.[ian/rm]

Tags: 
Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...