8 December 2019

Laporan Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Selasa (30-4-2019)

Pengunjung berdiri di dekat monitor pergerakan IHSG, di gedung Bursa efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/9). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

 

KONFRONTASI -   Indeks harga saham gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat 24 poin atau 0,39% ke level 6.425. Hari ini indeks saham berpotensi menguat terbatas.

Pada perdagangan Senin (29/4), investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (net buy)sebesar Rp.52.09 triliun dengan saham-saham yang paling banyak dibeli di antaranya BBCA, WIKA, BTPS, BRPT, dan ADRO.

Bagaimana pergerakan IHSG hari ini, Selasa (30/4/2019), dan saham-saham apa saja yang menjadi rekomendasi jelang Mei?

Tim riset Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi, secara teknikal, saat ini IHSG berpotensi bergerak menguat terbatas dan bergerak pada level 6.400-6.475. Sejumlah saham yang bisa dicermati hari ini a.l. HMSP, MNCN, dan BSDE.

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (HMSP) mencatat pertumbuhan laba bersih 8,35% pada kuartal I/2019, melampaui pertumbuhan penjualan bersih sebesar 2,89% pada periode yang sama.

Sementara itu, laba perusahaan media PT Media Nusantara Citra Tbk. tumbuh 98% sepanjang kuartal I/2019 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dari Rp296 miliar menjadi Rp585 miliar.

Sentimen Pasar

“Sentimen hari ini akan dimulai dari pertemuan antara China dan Amerika yang akan berlangsung di Beijing hari ini dengan masalah inti yang belum terselesaikan namun dengan mekanisme peraturan hukum yang hampir selesai,” katanya dalam riset tertulisnya, Selasa (30/4/2019).

Fokus berikutnya adalah penantian akan pertemuan The Fed yang akan diadakan pada Kamis nanti. Menurut Tim Riset Pilarmas, tingkat suku bunga The Fed akan tetap, namun pandangan terhadap ekonomi Amerika dan potensi kenaikkan tingkat suku bunga selama 2019 akan menjadi perhatian penting.

Earnings season yang tidak berjalan baik di China akan meningkatkan potensi penurunan Indeks Shanghai dan menuntut imbal hasil obligasi China yang lebih tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan kembalinya naik imbal hasil obligasi China kemarin,” katanya.

Fokus berikutnya adalah menanti data ekonomi Manufacturing dan PMI China yang akan keluar pada akhir bulan nanti yang di mana menurut konsesus akan mengalami kenaikkan, meskipun tidak banyak.

Selain itu GDP Eropa, Inflasi Eropa, serta data PMI Eropa juga menjadi perhatian pada akhir bulan nanti sebelum adanya May Day.

Lembaga pemeringkat Rating and Investment Information Inc. (R&I) memberikan peringkat Sovereign Credit Rating Indonesia di level BBB/outlook stabil (investment grade). “Peringkat ini tentunya menunjukan adanya sinergi dan konsisten antara Bank Indonesia dan pemerintah sehingga meningkatkan kepercayaan investor terhadap ketahanan dan prospek perekonomian Indonesia ke depan.”

Dari sektor komoditas, Bappenas tengah meramu rencana jangka menengah 2020-2024 dengan kelapa sawit rakyat sebagai proyek utama. Dalam rancangan tersebut Perkebunan Sawit Rakyat akan diutamakan untuk menyuplai kebutuhan energi berupa biofuel dan greenfuel.

Kabar Pasar

  • PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) membukukan penjualan Rp6,50 triliun pada kuartal I/2019.
  • PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) siapkan capex Rp1 triliun tahun ini.
  • PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) meraih pendapatan Rp247,28 miliar hingga periode 31 Maret 2019 naik dibandingkan pendapatan Rp210,92 miliar tahun sebelumnya.
  • PT Minna Padi Investama Tbk (PADI) mencatat rugi neto sebesar Rp3,84 miliar hingga periode yang berakhir 31 Maret 2019 naik dari rugi neto Rp3,47 miliar di periode sama tahun sebelumnya.Keterangan foto tidak tersedia.
  • (Jft/Bisnis0
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...