6 December 2019

Laporan Keuangan Manipulatif, Garuda Indonesia Harus Rombak Direksinya

KONFRONTASI-Pengamat Ekonomi dari INDEF Bhima Yudhistira menilai PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menjadi salah satu BUMN yang direksinya harus mengalami perobakan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Terlebih, laporan keuangan Garuda Indonesia sempat bermasalah. Karena itu, Bhima berharap, perombakan direksi BUMN ini tidak berdasarkan pertimbangan politik, tapi harus berbasiskan kinerja. Untuk itu, BUMN-BUMN yang memiliki kinerja kurang baik butuh perombakan direksi.

"BUMN yang harusnya layak untuk dirombak (Garuda Indonesia-red) justru malah tidak dirombak. Justru RUPSLB malah ke BUMN lainnya. Kan itu jadi aneh jadi kontradiksi," ucap Bhima.

Terkait perombakan direksi Garuda, Bhima menilai kasus manipulasi laporan keuangan menjadi alasan kuat bagi Kementerian BUMN untuk merombak jajaran direksi Garuda. Bahkan menurut Bhima, kasus manipulasi laporan keuangan Garuda Indonesia ini seharusnya sudah masuk ke ranah pidana karena berpotensi merugikan negara.

"Pihak Garuda dan Kementerian BUMN menganggap bukan masalah. Tapi kan penyelidikan dari OJK dan Kementerian Keuangan menemukan bahwa ini memang manipulasi keuangan," kata Bhima

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian BUMN Imam A Putro menuturkan, Kementerian BUMN telah meminta kepada para BUMN untuk menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Ada dua agenda yang diminta dalam RUPS, yakni penyampaian kegiatan usaha selama kuartal II-2019, dan perubahan susunan pengurus perseroan masing-masing BUMN.(mr/jpn)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...