18 June 2019

KPK Awasi Uang Puluhan Triliun untuk Proyek LRT dan MRT

Konfrontasi - Komisi Pemberantasan Korupsi memastikan akan mengawasi jalannya proyek Light Rail Transit Jakarta Bogor Tangerang Depok dan Bekasi. Selain proyek senilai Rp27,5 triliun itu, KPK juga mengawasi proyek Mass Rapid Transit.

Dua megaproyek itu menjadi salah satu materi yang dibahas pimpinan KPK ketika bertemu dengan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Edi Sukmoro, dan jajarannya di kantor KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat 3 November 2017.

"Tadi kami juga membahas bagaimana yang sekarang sedang dibangun. Dibahas juga MRT, LRT kami bahas juga. Itu kan angkanya cukup besar. Anda bisa bayangkan (proyek LRT) Rp27,5 (triliun). Proyek e-KTP saja baru Rp 5 triliun kan. Anda bayangkan ini kalau enggak kita jaga," kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, usai menerima kunjungan Edi.

PT KAI merupakan investor proyek LRT, sementara Adhi Karya bertindak sebagai kontraktor. Skema pendanaan proyek itu, yakni Rp9 triliun, melalui Penyertaan Modal Negara, yang masing-masing diberikan kepada Adhi Karya sebesar Rp1,4 triliun dan PT KAI sebesar Rp7,6 triliun. Sedangkan sisanya, senilai Rp18 triliun, dibiayai melalui pinjaman bank.

Saut mengatakan, pengawasan yang dilakukan KPK tidak harus berujung pada penindakan dan proses hukum. KPK akan turut membangun sistem pencegahan agar proyek-proyek tersebut tidak diselewengkan. Apalagi, kata Saut, kereta api merupakan instrumen penting membangun peradaban bangsa.

"Jadi, maksudnya begini, KPK itu kan dari awal sudah dikatakan kami harus masuk ke pencegahan. Kereta api ini kan membangun peradaban. Bayangkan sekarang kereta api itu begitu bagus. Orang-orang antre, ramah, sopan. Struktur itu akan kami amati terus, supaya nanti kulturnya orang Indonesia jadi lebih baik. Jadi tidak hanya bicara angka saja, tapi kami bicara lagi yang namanya aset entangible (aset yang tak berwujud)," kata Saut.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...