22 September 2019

Kesejahteraan Petani Sulut Mengalami Peningkatan Tipis

Konfrontasi - Kesejahteraan petani di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengalami peningkatan tipis di bulan Februari 2015 tercermin dalam nilai tukar petani (NTP) yang naik 0,48 persen.

"Pada bulan Februari 2015 NTP Provinsi Sulut sebesar 98.51, naik sebesar 0,48 persen jika dibanding bulan Januari 2015 hanya 98.04," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut, Faizal Anwar, di Manado, Senin (2/3).

Faizal mengatakan peningkatan NTP tersebut, akibat indeks yang diterima petani mengalami kenaikan sebesar 0,45 persen sedangkan indeks yang dibayar petani mengalami penurunan sebesar 0,03 persen.

Dia mengatakan masing-masing sub sektor pertanian di Provinsi Sulut mengalami peningkatan secara umum.

Sub sektor tanaman pangan mengalami kenaikan sebesar 0,41 persen, sub sektor tanaman perkebunan rakyat naik 1,95 persen, sub sektor peternakan 0,05 persen, sub sektor perikanan naik sebesar 1,26 persen.

"Sedangkan sub sektor yang mengalami penurunan hanya hortikultuta sebesar 1,66 persen," jelasnya.

Faizal mengatakan untuk nilai tukar usaha rumah tangga pertanian provinsi Sulut sebesar 105.74 atau naik sebesar 0,90 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

NTP adalah perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani dan dinyatakan dalam presentase.

NTP, katanya, merupakan indikator untuk melihat tingkat kesejahteraan petani, dengan mengukur kemampuan tukar produk yang dihasilkan atau dijual petani, dibandingkan dengan produk yang dibutuhkan petani baik untuk proses produksi maupun untuk konsumsi rumah tangga.

Secara keseluruhan NTP Sulut masih di bawah angka 100, berarti petani di Sulut sebagian besar belum sejahtera.(anr/ar)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...