18 November 2019

Kenaikan Gaji, Kebutuhan Uang Tunai Pada Lebaran 2019 Naik Jadi Rp 217,1 Triliun

Konfrontasi - Bank Indonesia (BI) mencatat terjadi peningkatan kebutuhan uang tunai sebesar 13,5 persen menjadi Rp 217,1 triliun selama Ramadan dan libur Lebaran 2019, dibandingkan periode sama 2018 yang sebesar Rp 191,3 triliun.

Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi mengatakan kenaikan kebutuhan uang tunai 2019 menunjukkan peningkatan dibanding rata-rata pertumbuhan dalam 2013-2018 yang sebesar 13,3 persen. "Di pekan pertama Ramadan ini, realisasi penarikan kebutuhan uang tunai capai Rp 22,2 triliun atau mencapai 10,2 persen dari total kebutuhan Rp 217,2 triliun," ujar Rosmaya Hadi di Jakarta, Jumat (10/5/2019).

Di pekan pertama Ramadan ini, realisasi penarikan uang tunai terbanyak terjadi di Pulau Jawa dengan wilayah non-Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dengan besaran Rp 8,5 triliun.

Secara total untuk Ramadan dan Lebaran 2019, uang tunai yang disiapkan sebanyak Rp 217,1 triliun. Paling besar didominasi kebutuhan di Jabodetabek sebesar Rp 51,5 triliun, kemudian Jawa Timur sebesar Rp 29,9 triliun, Jawa Tengah dan Yogyakarta sebesar Rp 31,1 triliun, dan Jawa Barat serta Banten sebesar Rp 23 triliun. Sedangkan sisanya tersebar di luar Pulau Jawa.

Rosmaya Hadi menjelaskan peningkatan kebutuhan uang tunai selama Ramadan dan Lebaran 2019 ini karena beberapa faktor. Pertama, periode libur Lebaran yang cukup panjang yakni 10 hari dari 30 Mei hingga 9 Juni 2019. Kedua, kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) dan juga pencairan untuk Tunjangan Hari Raya PNS dan pegawai swasta.

Adapun total kebutuhan uang tunai Rp 217,2 triliun ini lebih besar hingga empat kali lipat dari kebutuhan uang tunai di hari normal. "Kenapa meningkat dibanding waktu normal, salah satunya karena kenaikan gaji," ujar Rosmaya Hadi. (br1/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...