17 November 2019

Jelang Imlek, Pasar Kaget Ikan Bandeng Ramaikan Rawa Belong

KONFRONTASI-Pasar kaget ikan bandeng meramaikan Jalan Rawa Belong, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, tiga hari menjelang Imlek yang akan dirayakan pada 5 Februari.

Menurut pantauan Antara pada Sabtu (2/2), sepanjang trotoar Jalan Rawa Belong Raya dan Jalan Sulaiman yang mengarah ke Pasar Bunga Rawa Belong Jakarta Barat menjadi pasar kaget ikan bandeng.

Salah seorang penjual ikan bandeng Rojali (35) mengatakan sudah menjadi rutinitas para pedagang ikan bandeng untuk membuka lapak dagangan di kawasan tersebut beberapa hari menjelang Imlek.

"Sudah jadi kebiasaan puluhan tahun lalu pedagang bandeng kumpul di Rawa Belong sampai malam Imlek," ujar dia.

Rojali memaparkan, tidak hanya etnis China yang merayakan Imlek dengan ikan Bandeng. Etnis Betawi khususnya yang tinggal di Rawa Belong juga ikut merayakannya dengan menikmati ikan bandeng.

Ukuran bandeng yang dijualnya beragam. Bandeng paling besar yang dijualnya seberat 12 kilogram.

"Ini bandeng tambak dari Muara Karang dan memang ikannya besar-besar, karena khusus dijual buat Imlek," kata dia.

Ikan bandeng di tempat tersebut dijual tergantung beratnya. Harga pasaran untuk Imlek tahun ini sekitar Rp60 ribu perkilogram, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp45 ribu per kilogram.

Dengan harga tersebut, ikan bandeng terbesar saat ini bisa mencapai Rp720 ribu.

Rojali menyebut para konsumennya yang mayoritas etnis Betawi membeli ikan bandeng untuk diberikan kepada mertuanya. Menurut kepercayaan orang Betawi, jika tidak memberi bandeng kepada mertua, akan menyebabkan keretakan rumah tangga.

"Sudah turun temurun tiap Imlek itu orang Betawi setahun sekali makan bandeng bareng keluarga besar. Biasanya dibikin pindang dan dikasih petai," ujar Rojali.

Yunus Haddinotto, budayawan etnis China pengasuh Vihara Buddha Sasana, menyebut bahwa tradisi makan ikan bandeng oleh orang Betawi saat Imlek adalah bagian dari akulturasi budaya yang telah berlangsung selama ratusan tahun.

"Budaya China dan Indonesia tidak jauh berbeda, karena keturunannya yang sudah tinggal di sini selama berabad-abad dan tradisi yang telah bercampur dengan sempurna," ujarnya

Dia juga menambahkan bahwa cara menikmati ikan bandeng di kalangan etnis China maupun Betawi sangat mirip.

"Bagi etnis China di Indonesia maupun di negara asalnya, ikan itu lambang kehidupan yang makmur sejahtera sepanjang masa. Makannya pun tidak sendiri, tapi bersama keluarga di malam tahun baru, cara masaknya juga sama, di pindang dengan kecap dan kuah," pungkasnya.[mr/tar]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...