28 February 2020

Ini Kabar Bursa 28 Juli2017, IHSG Berpotensi Lanjut Menguat

KONFRONTASI -  Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Kamis (27/7/2017), seiring dengan naiknya bursa Asia menuju level tertinggi sejak Desember 2007.

IHSG ditutup menguat 0,34% atau 19,54 poin di level 5.819,74, setelah dibuka dengan kenaikan 0,12% atau 7,07 poin di posisi 5.807,28. Sepanjang perdagangan kemarin IHSG bergerak positif di kisaran 5.805,92 – 5.820,96. Adapun pada perdagangan Rabu (26/7), IHSG ditutup melemah 0,23% atau 13,33 poin di posisi 5.800,21.Dari 558 saham yang diperdagangkan kemarin, sebanyak 168 saham menguat, 158 saham melemah, dan 232 saham stagnan. Lima dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona hijau, dipimpin oleh sektor finansial (+1,08%) dan tambang (+0,75%). Adapun empat sektor lainnya berakhir di zona merah, dipimpin oleh pertanian yang melemah 0,77%.

IHSG berakhir menguat di saat mayoritas bursa saham lainnya di Asia Tenggara bergerak naik dengan indeks FTSE Malay KLCI (+0,23%), indeks FTSE Straits Time Singapura (+0,44%), dan indeks PSEi Filipina (+0,10%), sedangkan indeks SE Thailand truun 0,13%.

Di kawasan Asia lainnya, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang berakhir menguat pada perdagangan hari kedua berturut-turut, terdorong oleh sejumlah laporan laba emiten.

Indeks Kospi ditutup menguat 0,36% atau 8,73 poin di level 2.443,24 bersama dengan apresiasi nilai tukar won terhadap dolar AS ke level terkuatnya sejak akhir Maret.

Indeks CSI 300 di Shenzhen yang berisi saham-saham bluechip berakhir menguat 0,18% atau 6,81 poin di level 3.712,19, setelah dibuka turun 0,12% di posisi 3.700,86.

Adapun indeks Shanghai Composite ditutup naik 0,06% atau 2,11 poin di level 3.249,78, setelah pada Rabu (26/7) berakhir dengan kenaikan 0,12% di posisi 3.247,67.

Sementara itu, indeks Hang Seng di Hong Kong berakhir di zona hijau pada perdagangan hari keempat berturut-turut, di saat investor mencermati penguatan sejumlah indeks saham di Wall Street menuju level penutupan tertingginya setelah The Fed memutuskan untuk mempertahankan kebijakannya.

Seperti dilansir Bloomberg, bursa saham Asia naik ke level tertinggi sejak Desember 2007 akibat laporan laba yang kuat dari sejumlah emiten utama di kawasan tersebut. Sinyal bank sentral AS The Federal Reserve bahwa inflasi tetap berada di bawah targetnya juga turut memberi sentimen positif.

Indeks MSCI Asia Pacific menanjak 1%, kenaikan terbesar sejak 2 Juni, ke level 160,81 pada pukul 4.47 sore waktu Hong Kong (pukul 15.57 WIB), bersama dengan kenaikan seluruh sektor.

Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi memperkirakan, secara teknikal IHSG akan kembali mencoba menguat hingga menguji upper bollinger bands dengan rentang pergerakan 5.800--5.852.

Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama melihat IHSG akan berpotensi menuju ke level support di area 5.810 dan 5.801.

Sementara, Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya menjelaskan IHSG masih terus berkonsolidasi dengan rentang wajar. Hal ini terlihat dalam jangka pendek.

Sedangkan untuk jangka menengah dan panjang IHSG masih terlihat memiliki kemampuan naik yang cukup besar, mengingat dari sisi fundamental perekonomian masih cukup mendukung untuk hal tersebut terjadi. Fluktuasi harga komoditas masih juga akan turut mempengaruhi IHSG, hari ini IHSG berpotensi menguat di kisaran 5763 – 5876.

Bagaiman pergerakan IHSG pada hari ini, Jumat 28 Juli 2017. Simak laporannya di Bisnis.com.(Juft/Bisnis)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...