19 February 2020

Ini Bukti Kemendag Rilis Izin Impor 635 Ribu Ton Gula Mentah Tahap Pertama

KONFRONTASI- Kritik teknokrat senior Rizal Ramli pada impor pangan Mendag Enggar terbukti relevan dan tepat-guna.Kementerian Perdagangan  menerbitkan Surat Perizinan Impor (SPI) gula mentah sebesar 635 ribu ton untuk tahap pertama. Izin  yang dikeluarkan tersebut merupakan bagian dari rencana impor sebanyak 1,1 juta ton gula mentah yang dikeluarkan pemerintah sebagai upaya memenuhi kebutuhan gula dalam negeri.

"Penerbitan izin impor 635 ribu ton telah diberikan kepada 8 perusahaan," kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan  kepada Katadata, Selasa (22/5).

News Alert

Dapatkan informasi terkini seputar ekonomi dan bisnis langsung lewat email A

Mengutip situs Inatrade Kementerian Perdagangan, dari delapan perusahaan importir gula, empat di antaranya yaitu Madubaru, Industri Gula Nusantara, Adikarya Gemilang, dan Kebun Tebu Mas. Sedangkan untuk realisasinya, Oke  masih enggan menjelaskan secara detail.

(Baca : Kemendag Buka Izin Impor 1,1 Juta Ton Gula Mentah untuk Konsumsi)

 

Gula

Keputusan impor sebanyak 1,1 juta ton untuk kebutuhan konsumsi sebelumnya telah disetujui dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Oke menuturkan saat ini produksi gula nasional diperkirakan hanya bisa mencapai 2,2 juta ton. Hal itu terjadi lantaran pabrik gula tak bisa berproduksi hingga Mei 2018 karena ada  musim panen.

Sementara itu, April lalu, Kementerian Pertanian meminta impor gula mentah untuk konsumsi masyarakat dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan angka  produksi dalam negeri lantaran keputusan impor gula  waktunya berdekatan dengan masa panen. 

(Baca Juga : Kementan Minta Impor Gula untuk Konsumsi Dilakukan Bertahap)

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Bambang mengakui bahwa saat ini memperlukan impor gula untuk memenuhi kebutuhan konsumsi gula dalam negeri, yang mana saat ini diprediksi masih terdapat kekurangan sebanyak 1,1 juta ton.  

“Impor baiknya tidak dilakukan sekaligus sebesar 1,1 juta ton,” kata Bambang.

Pasalnya, petani mulai melakukan penggilingan untuk produksi gula pada bulan ini. Karenanya dia  menyarankan agar impor baiknya dilakukan pada Juni mendatang. (KATADATA.KONF)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...