16 December 2017

Industri Petrokimia Di Masela Punya Nilai Ekonomi Tinggi, Sebut PPN/Bappenas

KONFRONTASI -  Pemerintah yakin ren­cana pengembangan in­dustri petrokimia di dekat Blok Masela, Maluku, merupakan keputusan te­pat. Karena, pembangunan itu akan memiliki nilai ekonomi yang tinggi di Tanah Air. Produk petrokimia tersebut akan menekan impor produk tersebut dan turunannya yang nilainya sangat besar.  

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Bambang Brodjonegoro menilai, ke­beradaan industri pupuk sudah cukup memadai.

"Selama ini setiap pengembangan lapangan gas bumi selalu diikuti den­gan pembangunan industri pupuk. Di Aceh, pengem­bangan lapangan gas diikuti industri pupuk Iskandar Muda. Dan, di Bontang, diikuti industri Pupuk Kaltim," ungkap Bambang di Jakarta, Jumat (24/02).

Menurut Bambang, jika pengembangan lapangan gas di Blok Masela juga diikuti pembangunan in­dustri pupuk, maka akan membuat komoditas terse­but kelebihan suplai. Se­hingga, akan menurunkan nilai ekonomi pupuk.

"Indonesia belum mem­punyai roadmap menjual ekspor produk pupuk. Per­tanyaannya, kalau produksi pupuk tinggi, mau dijual ke­mana? Jangan seolah-olah kalau ada pengembangan gas harus dibangun industri pupuk," imbuhnya.

Bambang meyakinkan pembangunan industri petrokimia sangat tepat. Impor petrokimia saat ini sangat besar sehingga cukup menggerus devisa negara.

Selain itu, Bambang menerangkan, pembangunan industri petrokimia merupa­kan bagian strategi pengem­bangan industri nasional. Keberadaan industri ini diproyeksi bisa mendorong pengembangan industri turunannya seperti industri plastik dan industri tekstil.

"Botol banyak yang dibikin dari plastik. Dan, itu bakan baku dari turunannya petrokimia. Baju yang kita pakai ini benangnya ada yang dari kapas, dan fiber, dan itu turunan petrokimia. Jadi ini industri dasar dan menjadi kebutuhan. Ini industri yang harus ada di situ," katanya.

Menko Perekonomian Darmin Nasution berharap, kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz ke Tanah Air dapat membantu mempercepat pengembangan industri petrokomi­kimia. Menurutnya, Salman sempat menyampaikan ketertarikannya investasi pada industri petrokimia.

"Peluang investasi Arab Saudi di sektor fasilitas industri pengolah minyak mentah dan petrokimia In­donesia sangat terbuka lebar karena pemerintah memang tengah memprioritaskan­nya," imbuhnya.(Juft/Rmol)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...