26 February 2020

Indonesia Bisa Bernasib Seperti Yunani Jika Penggunaan Utang Tidak Produktif

KONFRONTASI - Reformasi anggaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghindari Indonesia dari penggunaan utang yang tidak produktif. Bahkan bukan tidak mungkin, Indonesia di beberapa tahun yang akan datang akan bernasib sama seperti Yunani yang tengah krisis.

Dalam Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebelumnya, porsi untuk subsidi BBM sangatlah besar. Padahal diketahui, penerima subsidi itu tidaklah tepat sasaran.

"Kalau utang untuk kosumsi itu yang bahaya, seperti subsidi BBM, bisa kayak Yunani kita. Karena tidak ada pertumbuhan ekonominya, nggak ada," ujar Schneider Siahaan, Direktur Strategis dan Portfolio Utang, Ditjen Pembiayaan dan Pengeloaan Risiko (DJP2R) Kementerian Keuangan seperti dilansir detikFinance, Minggu (26/7/2015)



Sekarang subsidi untuk premium telah dicabut dan solar menggunakan skema subsidi tetap. Anggaran yang dipangkas tersebut kemudian dialirkan untuk pembangunan berbagai infrastruktur. Termasuk juga kesehatan dan pendidikan.

"Kalau produktif kan projeknya tetap ada, itu terus menghasilkan kegiatan ekonomi kan," jelasnya.

Dari pembangun infrastruktur itu diharapkan bisa mendorong investasi dari kalangan swasta dalam dan luar negeri. Kurun waktu beberapa tahun ke depan, dampaknya akan terasa pada penerimaan pajak. Di mana bisa dibayarkan untuk cicilan bunga utang.

"Jadi kan saving biaya. Jadi itu kan akan masuk dengan bayaran ke peneriamaan pajak. Itu yang diharapkan mampu membayar," kata Schneider.   (Juft/Detik)
Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...