26 August 2019

Indeks Stoxx Melemah, Emiten Perbankan dan Pemasok Boeing Jadi Fokus

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 0,19% atau 0,72 poin ke level 387,51, indeks DAX Jerman melorot 0,39%, sedangkan indeks FTSE 100 Inggris menguat tipis 0,01%

 

KONFRONTASI  -     Sebagian besar saham Eropa tergelincir pada perdagangan Senin (8/4/2019), menyusul pelemahan sebagian besar sektor.

Saham perbankan Jerman serta emiten real estat menarik perhatian investor, seperti halnya pemasok komponen produsen pesawat AS Boeing menyusul pemangkasan produksi yang diumumkan Jumat malam.

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 0,19% atau 0,72 poin ke level 387,51, indeks DAX Jerman melorot 0,39%, sedangkan indeks FTSE 100 Inggris menguat tipis 0,01%

"Mengingat reli yang kuat yang dicapai indeks Eropa baru-baru ini, sejumlah investor saat ini mengambil jeda," ungkap David Madden, analis pasar di CMC Markets UK, seperti dikutip Reuters.

Sektor perbankan melemah 0,4%. Bank asal Jerman Commerzbank menjadi salah satu penekan utama dengan pelemahan 2,4%. Deutsche Bank yang sedang mengeksplorasi merger dengan Commerzbank turun 1,9%.

Menurut sebuah laporan oleh harian Jerman Handelsblatt, pengawas perbankan Eropa menuntut roadmap rinci yang menguraikan laju dan skala pemotongan staf di kedua bank tersebut saat mereka mengeksplorasi merger.

Sementara itu, shaam Safran SA turun 2% karena Boeing Co mengungkapkan rencana untuk memangkas produksi pesawat 737 hingga 20%. Usaha patungan Safran dengan General Electric Co menyediakan mesin untuk Boeing 737.

Melrose Industries, pemasok lain untuk Boeing, turun 2%, sementara Meggitt membalik pelemahan di awal perdagangan dan berakhir menguat 0,2%. Sementara pesaing Boeing, Airbus naik 1,7%.

Sementara itu, data menunjukkan ekspor dan impor Jerman turun lebih dari yang diperkirakan pada Februari. Hal ini menjadi tanda terbaru bahwa negara dengan ekonomi terbesar di Eropa tersebut akan membukukan pertumbuhan yang rendah di kuartal pertama.(Jft/Bisnis)

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...