22 January 2019

Indeks Stoxx Mampu Berbalik Menguat di Tengah Tekanan Kinerja Emiten

KONFRONTASI -   Bursa saham Eropa ditutup menguat tipis pada perdagangan Kamis (10/1/2019), setelah berfluktuasi karena ketidakpastian atas pembicaraan perdagangan AS dan China berlanjut dan laporan pendapatan emiten yang lemah menghantam saham otomotif dan ritel.

Indeks Stoxx Europe 600 menghabiskan sebagian besar hari di wilayah negatif namun mampu ditutup menguat 0,2% setelah Wall Street berbalik menguat karena presiden AS memuji "kesuksesan luar biasa dengan China" namun gagal untuk sepenuhnya meyakinkan pasar.

"Pasar AS mengawali hari dengan positif, dengan Donald Trump membantu mendorong optimisme seputar pembicaraan perdagangan AS-China yang berlangsung awal pekan ini," tulis Joshua Mahony, analis pasar senior di IG, seperti dikutip Reuters.

Kenaikan menit-menit terakhir perdagangan tetap menghidupkan reli yang telah membawa saham Eropa kembali ke level tertinggi pertengahan Desember lalu.

Di sisi lain, kinerja emiten yang buruk memberikan tekanan pada indeks. Dengan sektor teknologi melemah 0,5% dan menjadi penekan utama indeks Stoxx, disusul sektor otomotif yang melemah 0,3%.

Emiten produsen lampu asal Jerman, Osram, turun 6% setelah CEO perusahaan memperingatkan perlambatan kinerja pada kuartal terakhir 2018 karena penjualan mobil menurun.

Pelemahan penjualan mobil mempengaruhi pembuat suku cadang mobil Faurecia dan Valeo, yang melemah masing-masing 5,5% dan 2,5%. Sementara itu, produsen ban Continental mengakhiri hari melemah 2,4%.

Pukulan terhadap Continental dan Faurecia bertambah ketika UBS menurunkan peringkat kedua saham tersebut, dengan alasan perlambatan pertumbuhan sektor mobil.

Di Inggris, pembaruan dari sektor ritel mendominasi, dengan sebagian besar mencatat penjualan di musim libur Natal kurang memuaskan.

Peritel suku cadang sepeda dan mobil Halfords merosot 22% ke dasar indeks FTSE 250 setelah proyeksi penurunan laba.

Sementara itu, UBS memangkas rating saham Kering, pemilik merk Gucci, menjadi "netral" dari "beli", dan membuas saham turun 3,5%. Saham peritel kelas atas telah tertekan sebelumnya karena tanda-tanda perlambatan pertumbuhan di China.

Beberapa bulan yang sulit untuk emiten telah mendorong valuasi saham turun ke level yang dianggap menarik bagi pada investor, meskipun ada sejumlah risiko yang mengintai.

"Setelah roller coaster selama sepekan terakhir di bursa shaam global, valuasi telah berada di posisi yang sejalan dengan pasar bearish di masa lalu, dan sentimen telah terpukul," tulis analis Goldman Sachs.(Jft/Bisnis)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...