15 October 2019

Indeks BEI Diprediksi Melemah

KONFRONTASI - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada penutupan perdagangan ditutup melemah 31,689 poin (0,61 persen) ke level 5.188,114. Saham yang ditransaksikan mencapai 6,2 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp 3,7 triliun di pasar reguler. Aksi ambil untung investor asing membuat indeks bergerak di zona merah sepanjang perdagangan Selasa, 23 September 2014.

Analis PT First Asia Capital Indonesia, Ivan Kurniawan, mengatakan aksi jual investor asing relatif terjadi pada mayoritas bursa saham regional, seperti bursa Jepang, Hong Kong, Malaysia, dan India. "Ada indikasi investor asing mulai membereskan portofolionya secara bertahap di pasar berkembang," kata dia

Meski terjadi rebound pada saham-saham pertambangan batu bara, tekanan jual asing masih cukup besar. Daya tarik perekonomian Amerika Serikat, yang mulai pulih dan risiko investasi di pasar berkembang yang meningkat, membuat asing cenderung menarik diri. Namun Ivan memperkirakan pengalihan investasi ini hanya sementara.

Dari dalam negeri, pelaku pasar cenderung beralih ke portofolio (switching). Saham-saham batu bara diburu, sedangkan saham-saham mineral logam cenderung dijual karena harga timah dan nikel yang turun. "Sementara itu, saham-saham perbankan relatif stagnan dan saham-saham lain tertekan penguatan dolar yang hampir menembus level 12.000," ujar Ivan.

Menurut Ivan, transaksi yang minim disebabkan oleh pelaku pasar tampak masih bersikap menunggu. Misalnya, kepastian susunan kabinet pemerintahan Joko Widodo. Hari ini, Rabu, 24 September 2014, IHSG diperkirakan akan bergerak konsolidatif dengan kecenderungan melemah. Indeks akan menguji level support 5.150 dan resistan di level 5.230. Investor disarankan melakukan perdagangan jangka pendek (trading) terhadap saham-saham pilihan. [tmp]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...