25 August 2019

IHSG Tergerus 7,59 Poin di Akhir Sesi

KONFRONTASI-Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (7/12) ditutup melemah tipis sebesar 7,59 poin atau 0,14 persen menjadi 5.265,36. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45, bergerak turun 2,98 poin (0,33 persen) menjadi 881,29.

Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya di Jakarta, Rabu mengatakan, pola pergerakan indeks BEI masih dibayangi oleh fluktuasi harga komoditas yang cenderung menurun, serta terus berlangsungnya aliran dana asing yang keluar dari pasar saham.

"Hal itu tentunya cukup mempengaruhi laju IHSG," katanya.

Berdasarkan data BEI, pelaku pasar asing membukukan jual bersih atau "foreign net sell" sebesar Rp360,404 miliar pada Rabu.

Kendati demikian, kata dia, melihat kondisi perekonomian yang masih berada dalam kondisi stabil dan kuat, maka IHSG masih memiliki peluang untuk kembali bergerak ke area positif.

"Sentimen domestik itu, dapat memicu pelaku pasar kembali masuk ke pasar saham dan akan menopang IHSG," katanya.

Analis Reliance Securities Lanjar Nafi menambahkan, saham-saham sektor infrastuktur dan aneka industri yang melemah menjadi penahan laju IHSG pada perdagangan hari ini.

Secara teknikal, ujar dia, pergerakan IHSG membentuk pola penurunan. Indikator stocastic menunjukan sedang berada dalam area jenuh beli (overbought), sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak di level 5.175-5.280 poin dengan kecenderungan melemah pada perdagangan besok (Kamis, 8/12).

Sementara itu, tercatat frekuensi perdagangan saham di pasar reguler BEI mencapai 307.193 kali transaksi, dengan total jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 9,469 miliar lembar saham senilai Rp7,112 triliun.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng menguat 125,77 poin (0,55 persen) ke level 22.800,92, indeks Nikkei naik 136,15 poin (0,74 persen) ke level 18.496,69, dan Straits Times menguat 8,28 poin (0,28 persen) posisi 2.957,40. [mr/snt/skl]

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...