7 April 2020

IHSG Diperkirakan Bergerak Datar dengan Kecenderungan Terkoreksi

KONFRONTASI-Pada perdagangan hari ini, Kamis (22/10), Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak datar dengan kecenderungan terkoreksi. Pergerakan indeks diproyeksikan pada kisaran 4.530 – 4.655.

Pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin, IHSG bergerak fluktuatif, meski akhirnya ditutup menguat 19,4 poin (0,42 persen) menjadi 4.605. Sektor Aneka Industri dan pertambangan masih terlihat terkoreksi menyisir pelemahan bursa dan kondisi Ekonomi di Tiongkok. Investor asing merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham hingga Rp 373,55 miliar.

Mayoritas indeks bursa saham Asia juga ditutup menguat dipimpin indeks saham Jepang setelah data tenaga kerja baik. Sedangkan, indeks bursa Eropa dibuka cenderung mixed sempat kompak pada zona negatif.

Analis Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, pergerakan indeks akan dipengaruhi ekspektasi kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi dan aksi tunggu pemodal terkait hasil pertemuan ECB .

Secara teknikal, menurut dia, pola candlestick IHSG menyerupai shooting star dengan shadow high memanjang. Kondisi tersebut membuka peluang indeks akan terkonsolidasi. “Indikator stochastic masih bergerakan positif namun momentum RSI beresiko berbalik arah di area tinggi,” ungkapnya, Rabu (21/10). Hari ini, indeks diproyeksikan bergerak mixed cenderung tertekan dengan kisaran 4.530 – 4.655.

Sementara itu, analis KDB Daewoo Indonesia Heldi Ariefien mengatakan, investor perlu mewaspadai munculnya dua formasi shooting star indeks. Hal ini sebagai signal peluang pembalikan arah atau penguatan lebih lanjut IHSG. “Kami memperkirakan indeks memasuki area koreksi dengan menguji support 4.535,” katanya di Jakarta, kemarin.

Sementara itu, analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya menilai, potensi kenaikan IHSG bertambah kuat bersamaan dengan penurunan tekanan jual saham oleh investor asing. Berbagai faktor tersebut akan mendukung penguatan indeks lebih lanjut dengan kisaran pergerakan support 4.539 dan resistance 4.705.

“Guna memperkokoh pola uptrend jangka menengah, indeks harus terlebih dahulu menembus level resistance 4.705 ,” ujarnya. Sedangkan saham yang layak untuk dicermati adalah TOTL, ASRI, AKRA, WIKA, ADHI, BBNI, BBCA, dan LSIP.[mr/bst]

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...