25 August 2019

Hati-hati Awas Duit Palsu, Pulau Jawa Mendominasi, Sebut BI

KONFRONTASI - Memasuki Bulan Puasa khususnya mendekati Lebaran, peredaran uang palsu (upal) diduga melonjak tajam. Masyarakat diharapkan lebih teliti dan berhati-hati.

Tak sedang bercanda, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ronald Waas memperingatkan soal upal ini. Dalam operasi terakhir yang digelar BI bersama Kepolisian RI didapatkan 18 ribu lembar upal.

Hanya saja, Ronald tidak merinci upal yang paling banyak ditemukan terdiri dari pecahan berapa. Yang mengejutkan, peredaran upal terbanyak adalah di Pulau Jawa. "Uang palsu banyak ditemukan di Pulau Jawa, khususnya di kota-kota sentra ekonomi. Pokoknya terbanyak di Pulau Jawa," papar Ronald di Jakarta, Jumat (3/6/2016).

Ronald mengatakan, BI sudah mengintensifkan kerja sama dengan Polri. Selain kerja sama itu, Bank Sentral juga meminta kepada kepolisian, untuk memaksimalkan tuntutan hukuman kepada pembuat dan penyebar uang palsu. Hal ini penting agar memberikan efek jera.

Di samping itu, kata Ronald, BI bertekad untuk meningkatkan sosialisasi mengenai perbedaan upal dengan uang asli. Hal ini penting agar masyarakat tidak mengalami kerugian dan lebih waspada.

"Apalagi ketika ingin mendekati hari raya lebaran, kita terus masif untuk mensosialisasikan perbedaan uang asli dan palsu," ujar Ronald.

Ronald mengingatkan kepada masyarakat akan pentingnya prinsip 3D dalam menerima uang tunai, yakni Dilihat, Diraba dan Diterawang. Di setiap uang asli, terdapat ciri yang paling mudah dikenali yakni tinta khusus pada pojok kanan. Selain, itu dalam setiap uang asli juga terdapat benang pengamanan. "Kertasnya itu biasanya rada kasar kalau uang palsu karena kertasnya tidak dari kapas," ujar Ronald.(Juft/Inlh)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...