20 November 2018

Hasil Pemilu Sela AS Hembuskan Angin Segar bagi Penguatan Dolar

KONFRONTASI-Kurs dolar AS rebound pada Rabu sore (Kamis pagi WIB), karena investor terus mencerna hasil pemilu sela kongres AS, setelah di awal terjadi aksi jual, karena ekspektasi bahwa hasil pemilu akan membuat langkah-langkah stimulus fiskal lebih lanjut tidak mungkin.

Pemilihan umum memberikan hasil sesuai yang diperkirakan, pemisahan kontrol Kongres AS, dengan Demokrat memenangkan kendali DPR, dan Republik mengukuhkan mayoritas mereka di Senat.

"Ada perkiraan bahwa jika kita tidak mendapatkan Kongres yang terbagi, kita mungkin melihat sentimen risiko menjadi sedikit goyah, tetapi karena itu tidak terjadi kita memiliki langkah pengambilan risiko," kata Ahli Strategi Valuta Asing Senior di TD Securities di New York,

Mazen Issa, seperti dikutip dari Reuters.

Pengamat pasar percaya bahwa Kongres yang terbagi atau terpecah akan membuat pemotongan pajak dan deregulasi lebih lanjut tidak mungkin untuk saat ini, yang berkontribusi pada penurunan awal dolar AS.

Greenback telah menjadi pemenang mengejutkan di pasar mata uang global tahun ini setelah Partai Republik mendorong melalui Presiden Donald Trump pemotongan pajak signifikan, dan pertumbuhan ekonomi yang kuat mendorong Federal Reserve untuk terus menaikkan suku bunga.

Pada Rabu (7/11) sore, fokus beralih ke Fed, dengan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bank sentral AS akan merilis keputusan kebijakannya pada Kamis waktu setempat di akhir pertemuan dua hari mereka.

"Saya pikir para pedagang mengkompensasi posisi menjelang keputusan FOMC besok," kata John Doyle, wakil presiden transaksi dan perdagangan di Tempus Consulting.

The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya tetap pada Kamis waktu setempat, tetapi bahasa dalam pernyataan kebijakan akan diawasi dengan ketat.

Ketua The Fed Jerome Powell secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada Desember, yang akan menjadi kenaikan suku bunga keempat tahun ini, karena fundamental ekonomi AS tetap kuat.

"The Fed kemungkinan akan menaikkan suku bunga bulan depan, tetapi itu sudah diperhitungkan sehingga tidak akan menambah dukungan tambahan terhadap dolar," kata Doyle.

Terhadap sekeranjang enam mata uang lainnya, dolar naik 3,9 basis poin pada Rabu, terakhir di 96,031.

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...