22 January 2018

Harga Obligasi Pemerintah & Korporasi Naik, Investor Mulai Lagi Aksi Beli

KONFRONTASI -  Berikut ini analisis perkembangan pasar obligasi pemerintah dan korporasi pada perdagangan akhir pekan lalu yang dikutip dari Binaartha Bond Daily Comment, hari ini, Senin (19/6).

Pergerakan US$ yang melemah seiring perlambatan pada beberapa data-data ekonominya memberikan dampak pada pergerakan imbal hasil obligas AS yang menurun. Pelaku pasar memanfaatkan kondisi tersebut untuk kembali masuk.

Pergerakan Rupiah yang cenderung mendatar tampaknya tidak menghalangi pasar obligasi untuk menguat. Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) rata-rata mengalami penurunan imbal hasil -0,78 bps; tenor menengah (5-7 tahun) turun -0,65 bps; dan panjang (8-30 tahun) turun -1,24 bps.

Aksi beli yang terjadi tampaknya tidak merata di mana sebagian pergerakan sejumlah seri obligasi masih berada dalam teritori merah. Tak terkecuali pada seri obligasi acuan yang terlihat variatif.

Pada FR0061 yang memiliki waktu jatuh tempo ±5 tahun dengan harga 101,58% memiliki imbal hasil 6,62% atau naik 0,004 bps dari sehari sebelumnya di harga 101,50% memiliki imbal hasil 6,61%.

Untuk FR0072 yang memiliki waktu jatuh tempo ±20 tahun dengan harga 107,30% dan imbal hasil 7,52% atau naik 0,01 bps dari sehari sebelumnya di harga 107,44% dan imbal hasil 7,51%.

Pada Jumat (16/6), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada _INDOBeX Government Clean Price_ naik 0,03 bps di level 116,14 dari sebelumnya di level 116,14.

Sementara itu, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada _INDOBeX Corporate Clean Price_ naik 0,04 bps di level 108,41 dari sebelumnya di level 108,37.

Adapun, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr di level 6,80% di bawah sebelumnya 6,87% dan US Govn’t bond 10Yr di 2,15% di bawah sebelumnya 2,21% sehingga _spread_ di level 464,9 bps di bawah sebelumnya 465,9 bps.

Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya mengalami penurunan. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA di mana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak turun di kisaran level 8,93%-8,94%.

Sedangkan pada obligasi korporasi dengan rating AA untuk tenor 9-10 tahun, imbal hasil nya di kisaran level 9,25%-9,26%. Untuk imbal hasil pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,70%-10,72%, dan pada rating BBB di kisaran 12,98%-13,03%.

Mulai adanya aksi beli diharapkan dapat memberikan peluang penguatan pada laju pasar obligasi. Namun demikian, tetap cermati berbagai sentimen yang dapat menghalangi potensi peluang tersebut, termasuk pada laju Rupiah yang diperkirakan masih akan variatif.(Juft/Bisnis)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...