25 February 2020

Harga Minyak Mentah Turun di Perdagangan Asia

Konfrontasi - Harga minyak mentah turun lebih lanjut di perdagangan Asia pada Selasa (18/8), tertekan oleh penguatan dolar, kekhawatiran tentang melemahnya permintaan di Tiongkok serta ekspektasi kelebihan pasokan global akan berlangsung selama bertahun-tahun.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September turun 12 sen menjadi 41,75 dolar AS di perdagangan sore. WTI telah kehilangan lebih dari 30 persen dalam dua bulan terakhir, membawanya ke tingkat terendah sejak Maret 2009.

Minyak mentah Brent untuk penyerahan Oktober merosot 11 sen menjadi 48,63 dolar AS per barel.

Minyak telah menyebabkan anjloknya harga komoditas energi dalam satu bulan terakhir "karena kekhawatiran tentang penurunan permintaan dari Tiongkok dan pasokan global yang kuat, terutama di AS," kata lembaga riset Capital Economics.

Produksi yang banyak dari produsen-produsen minyak AS dan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) telah melampaui pertumbuhan permintaan, menyebabkan kelebihan pasokan yang telah menekan harga.

BMI Research, anak perusahaan dari penyedia informasi keuangan Fitch Group, memperkirakan kelebihan pasokan akan bertahan hingga 2018.

"Kembalinya minyak Iran ke pasar, ditambah dengan proyek jaringan pipa yang kuat di Amerika Utara, Timur Tengah, Afrika Barat dan Kazakhstan, akan melihat ekspansi pasokan dunia melebihi pertumbuhan konsumsi global untuk dua tahun berikutnya," katanya.

Sanksi Barat yang telah membatasi ekspor minyak Iran selama beberapa tahun diperkirakan akan dicabut setelah diverifikasi bahwa Teheran menaati kesepakatan untuk mengekang ambisi nuklirnya.

Para pengamat mengatakan kembalinya minyak Iran akan menambah kelebihan saat ini, yang lebih lanjut akan menekan harga.

Antisipasi Bank Sentral AS atau Federal Reserve akan menaikkan suku bunganya pada September dan langkah mengejutkan Tiongkok mendevaluasi yuan juga mendorong mata uang AS naik, membuat minyak yang dihargai dalam dolar lebih mahal di pasar global.

Hal ini cenderung mencegah permintaan dan mendorong harga lebih rendah. (rol/ar)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...