15 November 2019

Harga Minyak Dunia Turun di Perdagangan Asia

Konfrontasi - Harga minyak dunia turun di perdagangan Asia, Kamis (7/5), karena pedagang cemas atas penurunan lebih rendah dari perkiraan dalam produksi minyak mentah AS yang meredupkan harapan berakhirnya kelebihan pasokan global dengan cepat, kata para analis.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni turun 35 sen menjadi 60,58 dolar AS per barel, sementara minyak mentah Brent untuk Juni menurun 36 sen menjadi 67,41 dolar AS dalam perdagangan sore.

Daniel Ang, analis investasi pada Phillip Futures di Singapura, mengatakan para pedagang sedang fokus pada data dalam laporan stok terbaru Departemen Energi AS yang menunjukkan produksi minyak mentah AS hanya turun sedikit, menjadi 9,4 juta barel per hari.

"Harga telah jatuh dari karena pasar telah mengantisipasi bahwa angka produksi AS akan turun lebih rendah," Ang mengatakan kepada AFP.

Pedagang telah berharap penurunan kuat dalam produksi AS yang bisa membuka jalan untuk mengurangi kelebihan pasokan global yang telah menekan harga sejak tahun lalu.

Ang mengatakan harga minyak telah naik menjadi ditutup di tertinggi baru 2015 pada Rabu sebagai reaksi awal terhadap laporan persediaan, yang menunjukkan cadangan minyak mentah AS jatuh 3,9 juta barel dalam pekan yang berakhir 1 Mei, penurunan pertama dalam 16 minggu terakhir.

Analis telah memperkirakan peningkatan 1,5 juta barel, menurut sebuah jajak pendapat Bloomberg News.

Meskipun turun, pada 487,0 juta barel minyak mentah, persediaan AS berada pada tingkat tertinggi pada catatan untuk kali tahun ini.

"Itu 'bullish' awal atas penurunan stok yang telah memudar pada pagi ini," kata Ang.

Data ekonomi AS lemah yang dirilis pada Rabu juga menekan harga minyak, kata Ang.

Produktivitas non pertanian turun 1,9 persen pada kuartal pertama tahun ke tahun. Ini adalah penurunan kuartalan kedua berturut-turut.

Sementara perusahaan penggajian ADP melaporkan AS menambahkan hanya 169.000 pekerjaan sektor swasta pada April, bulan kedua berturut-turut di bawah 200.000, karena penurunan sektor minyak terus menekan pasar tenaga kerja.

Sanjeev Gupta, kepala praktek minyak dan gas Asia-Pasifik di perusahaan konsultan bisnis EY, mengatakan "prospek harga jangka pendek menunggu jumlah rig mingguan AS yang akan dirilis pada Jumat untuk mengukur tingkat pasokan lebih lanjut".(rol/ar)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...