10 December 2019

Harga Minyak Dunia Perpanjang Penurunan di Perdagangan Asia

Konfrontasi - Harga minyak dunia memperpanjang penurunan di perdagangan Asia pada Rabu (2/9), karena para investor mencerna data manufaktur AS dan Tiongkok yang lemah, sementara ekspektasi laporan persediaan AS yang "bearish" juga menekan pasar.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober turun 1,03 dolar AS menjadi 44,38 dolar AS per barel, sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober merosot 1,02 dolar AS menjadi 48,54 dolar AS di perdagangan sore.

WTI merosot 3,79 dolar AS dan Brent kehilangan 4,59 dolar AS pada Selasa setelah Tiongkok dan Amerika Serikat, dua konsumen minyak mentah utama dunia, membukukan data aktivitas pabrik yang lemah.

Indeks Pembelian Manajer (PMI) resmi Beijing untuk sektor manufaktur jatuh ke terendah tiga tahun di 49,7 pada Agustus dari 50,0 pada Juli. Sebuah angka di bawah 50 menunjukkan kontraksi.

PMI sektor manufaktur AS dari lembaga riset Institute for Supply Management (ISM) juga jatuh ke 51,1, tingkat terendah sepanjang tahun ini, dari 52,7 pada Juli.

"Dengan PMI manufaktur tidak menunjukkan hasil, pasar berbalik 'bearish' (lesu) lagi," kata Daniel Ang, analis investasi pada Phillip Futures di Singapura.

"Pasar telah berkumpul antara 'bulls' (bergairah) dan 'bears' (lesu), menyebabkan volatilitas besar dalam harga minyak." Ang mengatakan para dealer memperkirakan penurunan lebih lanjut dalam harga minyak, setelah rilis laporan persediaan resmi AS untuk minggu yang berakhir 28 Agustus pada Rabu.

Para analis energi memprediksi lonjakan 900.000 barel dalam persediaan AS, Bloomberg News melaporkan. Sebuah lonjakan stok biasanya mengindikasikan melemahnya permintaan.

Cadangan minyak mentah AS secara keseluruhan tetap pada tingkat tinggi untuk kali tahun ini.

Para pedagang telah berharap bahwa kenaikan permintaan AS, ditambah dengan pelambatan produksi, bisa kurangi pasokan global yang sangat besar yang menjadi alasan utama jatuhnya harga dari sekitar 120 dolar AS pada Juni tahun lalu. (rol/ar)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...