23 October 2019

Harga Minyak Dunia di Perdagangan Asia Bergerak Rendah

Konfrontasi - Harga minyak dunia bergerak lebih rendah di Asia pada Kamis (11/6), menyusul laporan energi AS bervariasi yang menunjukkan penurunan besar dalam cadangan minyak mentah dan bensin, tetapi tingkat produksi di rekor tertinggi, kata para analis.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk penyerahan Juli turun 28 sen menjadi 61,15 dolar AS per barel, sementara Brent untuk Juli berkurang 18 sen menjadi 65,52 dolar AS per barel dalam perdagangan sore.

Departemen Energi AS (DoE) pada Rabu melaporkan persediaan selama seminggu hingga 5 Juni menunjukkan bahwa cadangan minyak mentah turun 6,8 juta barel dan persediaan bensin turun 2,9 juta barel.

Tetapi produksi minyak mentah tetap bertahan tinggi, menambahkan 24.000 barel menjadi rata-rata 9,61 juta barel per hari selama seminggu, rekor tertinggi.

"Harga tampak terangkat naik pada awal karena jumlah persediaan, tetapi kami belum benar-benar melihat tingkat resistensi menembus sekarang karena angka produksi memprihatinkan," Ric Spooner, kepala analis pasar di CMC Markets di Sydney, mengatakan kepada AFP.

Pedagang telah berharap bahwa penarikan cadangan Amerika Serikat yang berkembang selama bulan-bulan musim panas, ditambah dengan pelambatan dalam produksi serpih (shale)-nya, bisa mengurangi kelebihan pasokan global.

Sebuah surplus pada stok AS adalah salah satu alasan harga minyak runtuh lebih dari 50 persen antara Juni hingga Januari lalu.

Dalam prospek energi jangka pendek pada Selasa, DoE mengatakan produksi minyak diperkirakan "secara umum menurun" hingga awal 2016.

Dealer juga memantau kemungkinan kembalinya pasokan Iran yang telah dibatasi oleh sanksi internasional terhadap Teheran.

Enam kekuatan global -- Inggris, Tiongkok, Prancis, Jerman, Rusia dan Amerika Serikat -- mencoba untuk meminta kepastian kesepakatan pada 30 Juni guna mengekang ambisi nuklir Iran dengan mengurangi stok uranium yang diperkaya.

Jika kesepakatan tercapai dan dilaksanakan, kekuatan secara bertahap akan mengurangi sanksinya, yang memungkinkan Iran untuk mengekspor lebih banyak minyak daripada yang dilakukannya sekarang.

"Pasar juga akan mengawasi dengan cermat pasokan dari Iran, sebagai akibat tanggal finalisasi kesepakatan nuklir dengan enam kekuatan dunia semakin dekat," kata Sanjeev Gupta, kepala praktek minyak dan gas Asia-Pasifik di perusahaan konsultan bisnis EY. (rol/ar)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...