12 December 2019

Harga Minyak di Perdagangan Asia Turun Lebih Jauh

Konfrontasi - Harga minyak turun lebih jauh di perdagangan Asia pada Selasa (20/1), karena permintaan global yang lemah dan kelebihan pasokan mendikte tren untuk komoditas, kata para analis.

Harga acuan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari, turun 1,26 dolar AS menjadi 47,43 dolar AS dalam perdagangan sore, sementara minyak mentah Brent untuk Maret turun enam sen menjadi 48,78 dolar AS.

"Kami melihat ada katalis jangka pendek yang akan mengubah penyamaan pasokan/permintaan," kata perusahaan pemeringkat kredit Moody's dalam sebuah komentar pasar.

Dikatakan penurunan dalam harga minyak mentah lebih dari setengahnya antara Juni tahun lalu dan bulan ini mencerminkan peningkatan produksi AS, pelambatan kenaikan permintaan di seluruh dunia dan produsen minyak terbesar Arab Saudi "tidak terus bertindak sebagai OPEC".

Arab Saudi adalah produsen utama di antara anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), yang pada November memutuskan untuk mempertahankan produksi minyak mentah tidak berubah, lebih lanjut menekan harga.

Moody's mengatakan telah menurunkan asumsi harga minyak mentah Brent menjadi 55 dolar AS per barel sampai 2015 dan 65 dolar AS pada 2016.

Lembaga pemeringkat itu juga menurunkan asumsi harga untuk WTI menjadi 52 dolar AS per barel tahun ini dan 62 dolar AS pada 2016.

Selanjutnya mengonfirmasikan permintaan lemah, Dana Moneter Internasional (IMF) pada Selasa memangkas tajam proyeksi pertumbuhan dunia 2015-2016 dari hanya enam bulan yang lalu.

IMF mengatakan prospek buruk di Tiongkok, Rusia, kawasan euro dan Jepang akan mempertahankan pertumbuhan dunia hanya 3,5 persen tahun ini dan 3,7 persen pada 2016.

Itu 0,3 persen lebih rendah dari prospek ekonomi dunia sebelumnya pada Oktober, dan menggarisbawahi kerusakan kuat gambaran ekonomi untuk banyak negara. (akl/ar)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...