21 August 2019

Harga-harga Melambung, Rakyat Miskin Jadi Korban, Pemerintah Kemana?

KONFRONTASI-Pemerintah dianggap telah lalai antisipasi kenaikan harga barang. Tak hanya itu, pemerintah juga dinilai tidak memiliki strategi yang bersifat langsung dan dengan cepat membantu mendorong daya beli masyarakat miskin.

"Pemerintah harusnya punya data masyarakat miskin dan sangat miskin yang membutuhkan bantuan langsung. Program kartu dari pemerintah hanya meringankan, sementara di sisi lain daya beli masyarakat justru semakin tergerus inflasi," kata Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Satya Yudha saat dihubungi wartawan di Jakarta, Minggu (8/3).

 

Menurut Satya, kebijakan kartu (sakti) memang meringankan. Tapi bantuan langsung yang bersifat jangka pendek juga sangat penting pada saat ini. Serta operasi pasar juga perlu dilakukan guna mengontrol harga.

 

Satya menegaskan, kondisi harga yang melonjak saat ini merupakan bukti bahwa  anggaran penghematan BBM tidak digunakan untuk bantuan jangka pendek dan hanya fokus pada rencana jangka panjang.

 

"Ini terlihat dari kebijakan pemerintah yang menyalurkan total penyertaan modal (PMN) kepada BUMN pada APBN-P 2015 sebesar Rp43,2 triliun untuk 30 BUMN," ungkap dia.

 

Oleh karena itu, Satya mendesak pemerintah untuk menjamin kepastian suplai barang komoditas agar tetap terjaga untuk mengendalikan harga yang juga bisa dilakukan dengan cara operasi pasar. Khususnya untuk komoditas seperti beras, gula, jagung, air, dan lain-lain. "Kalau tidak mampu menolong daya beli, sebaiknya dijaga betul harga komoditas yang diatur pemerintah," ucap dia.[mr/akt]

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...