20 August 2019

Harga Gabah di Kalsel Turun 7,30 Persen

Konfrontasi - Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan Dyan Pramono Effendy mengungkapkan, harga gabah rata-rata, terutama kualitas gabah kering panen pada tingkat petani di provinsinya Oktober 2014 turun 7,30 persen dibandingkan September 2014.

"Dengan turunnya harga gabah kering panen (GKP) pada Oktober 2014, berarti dalam tiga bulan belakangan, yaitu sejak Agustus 2014 mengalami penurunan pada tingkat petani di Kalsel," ungkapnya di Banjarmasin, Senin (10/11).

Ia memperkirakan, menurunnya harga gabah tersebut seiring dengan musim panen dan atau sehabis panen pada beberapa sentra pertanian berupa padi sawah di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota tersebut.

Sebagai contoh beberapa wilayah di Kabupaten Banjar yang baru selesai panen padi sawah, antara lain Kecamatan Kertak Hanyar, Gambut, Aluh-Aluh, Beruntung Baru, dan Kecamatan Sungai Tabuk.

Selain itu, di wilayah Kecamatan Anjir, Kabupaten Barito Kuala (Batola), dan Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut (Tala).

Pada Oktober 2014 harga gabah kualitas GKP di tingkat petani Kalsel turun 7,30 persen dibandingkan September 2014 yaitu dari Rp5.115,45/Kg menjadi menjadi Rp4.742,11/Kg.

Sebelumnya (September 2014) juga turun sebesar 0,44 persen dibandingkan dengan Agustus 2014, yaitu dari Rp5.138,28/Kg menjadi Rp5.115,45/Kg.

Begitu pula harga gabah di tingkat penggilingan Oktober 2014 turun 7,20 persen dibandingkan September 2014, yaitu dari Rp5.213,95/Kg menjadi Rp4.838,34/Kg.

September 2014 juga turun 0,57 persen dibandingkan Agustus 2014 yaitu dari Rp5.243,72/Kg menjadi Rp5.213,95/Kg.

Ia menambahkan, pada tingkat petani, harga gabah tertinggi berasal dari gabah kualitas GKP varietas Siam Rukut senilai Rp6.364/Kg terdapat di Kecamatan Kurau Tala, terendah Rp4.000/Kg berupa Ciherang di Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin.

Sebelumnya (September 2014) harga gabah tertinggi dari varietas Unus Mayang senilai Rp6.600/Kg terdapat di Kecamatan Beruntung Baru, terendah senilai Rp4.000/Kg varietas Ciherang juga di Kecamatan Tapin Tengah, Tapin.

Pantauan harga gabah di Kalsel Oktober 2014 berdasarkan komposisi jumlah observasi pada 66 transaksi pada sepuluh kabupaten meliputi Tala, Banjar, Batola, Tapin, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Utara (HSU), Tabalong, Tanah Bumbu (Tanbu), dan Kabupaten Balangan.

Sedangkan pantauan harga gabah September 2014 berdasarkan komposisi jumlah observasi dari 74 transaksi harga gabah, juga di sepuluh kabupaten didominasi GKP. Sepuluh kabupaten itu, Tala, Banjar, Batola, Tapin, HST, HSU, Tabalong, Tanbu dan Kabupaten Balangan.

Sementara harga pembelian pemerintah (HPP) Oktober 2014 di tingkat petani dan penggilingan di Kalsel tidak berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya (Juli - September 2014) masing-masing Rp3.300/Kg dan di penggilingan Rp3.350/Kg.

Dari HPP Oktober 2014 tersebut berarti selisih harga rata-rata di tingkat petani sebesar Rp1.442,11/Kg dan penggilingan Rp1.488,34/Kg.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...