18 November 2019

Harga Beras di Manado Masih Mengalami Kenaikan

Konfrontasi - Harga kebutuhan pokok beras di sentra perdagangan Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) masih terus mengalami kenaikan.

"Saat ini harga beras sudah mencapai Rp11.500 per kilogram (kg), naik sekitar 27 persen dibandingkan beberapa pekan lalu hanya Rp9.000 per kg," kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Hanny Wajong, di Manado, Senin (2/3).

Hanny mengatakan pihaknya terus melakukan pengawasan dan pemantauan sehingga meskipun mahal tetapi stok tetap tersedia di saat masyarakat membutuhkan tetap ada di pasaran.

"Pengawasan terus dilakukan, juga pemerintah bekerja sama dengan Perum Bulog melakukan operasi pasar (OP) beras di sejumlah titip di pasar tradisional dan pusat-pusat padat penduduk," katanya.

Dia mengatakan peningkatan harga beras ini akibat masa panen sudah berlalu dan memasuki masa tanam di beberapa kabupaten di Sulut. Juga diikuti oleh bebrapa provinsi di Jawa yang mengalami gagal panen akibat banjir.

Sejumlah petani mengatakan biasanya mereka menjual beras dengan harga Rp530 ribu per sak yang volume 60 kg sekarang dijual dengan harga Rp640 ribu per sak.

"Namun stok di tangan petani sudah menipis akibat belum ada panen di bulan seperti ini," kata Herry T (56) petani padi asal Minahasa.

Dia mengatakan di Kabupaten Minahasa, saat ini sebagian besar petani memasuki masa tanam sehingga stok beras menipis.

Irene (35) ibu rumah tangga asal Teling Manado mengatakan kenaikan harga beras saat ini sudah cukup tinggi, sehingga sangat berpengaruh pada biaya hidup setiap hari.

"Pengeluaran semakin besar, padahal keuangan tidak mengalami peningkatan dengan naiknya harga beras di pasaran," jelasnya.

Dia berharap pemerintah akan mengambil langkah tegas, agar harga beras kembali normal sehingga masyarakat tidak merasa terbeban dengan harga yang cukup tinggi saat ini.(rol/ar)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...